UIN Bukittinggi dan UKM Malaysia Dampingi Pemulihan Malalo

  • 17 Sep 2026 21:19 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Kab. Tanah Datar — Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang meluluhlantakkan Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, meninggalkan luka mendalam serta ancaman krisis sosial-ekonomi jangka panjang. Merespons kondisi darurat tersebut, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi berkolaborasi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat Kolaborasi Internasional pada 16–17 September 2026.

Mengusung tema "Pulih dan Bangkit Pasca Bencana: Penguatan Spiritual dan Pemulihan Lahan Pertanian", tim gabungan lintas negara ini turun langsung mendampingi warga terdampak.

Dalam sesi diskusi yang dipandu Kepala Pusat Hubungan Internasional UIN Bukittinggi, Dr. Irwandi, Ketua Baznas Tanah Datar, Dr. Yasmansah, menekankan pentingnya ketahanan mental warga. Guguak Malalo menjadi salah satu kawasan terdampak paling parah secara lahir dan batin.

"Bencana tak hanya merenggut harta dan jiwa, tetapi memicu kecemasan atas keberlanjutan generasi Malalo 10 tahun ke depan akibat rusaknya aset ekonomi," ungkap Yasmansah.

Merujuk QS. At-Taghabun ayat 11, ia mengajak warga menguatkan keimanan dan memupuk solidaritas melalui potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Baznas Tanah Datar sendiri telah menyalurkan beasiswa pendidikan bagi anak-anak korban bencana di Nagari Guguak Malalo.

Dari segi tata ruang, pakar Fakultas Sains Sosial dan Kemanusiaan UKM, Prof. Madya Azima binti Abdul Manaf, mendorong pemetaan ulang lahan (land mapping). Menurutnya, lahan terdegradasi perlu diidentifikasi, sementara area nonproduktif bisa dialihfungsikan menjadi usaha baru seperti homestay untuk mendukung potensi desa wisata. Langkah ini disambut hangat oleh Kepala Jorong Yunarman yang mewakili Wali Nagari Guguak Malalo.

Sementara itu, penggerak program ekoteologi UIN Bukittinggi, Ali Rahman, M.H., memperkenalkan pupuk organik Herdanic untuk memulihkan tanah yang tercemar material bencana. Formula hayati ini mampu menetralkan pH dan mengembalikan unsur hara tanah tanpa ketergantungan pada zat kimia.

Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral menghadirkan solusi jangka panjang, bukan sekadar bantuan darurat.

Senada dengan hal itu, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM UIN Bukittinggi, Dr. Januar, memastikan hasil riset terapan—mulai dari pemetaan lahan hingga penggunaan pupuk Herdanic—akan dipantau secara berkesinambungan hingga ekosistem ekonomi Nagari Guguak Malalo kembali mandiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....