Rakerwil PUJAKESUMA Provinsi Sumatera Barat Sukses di Bukittinggi, Hadapi Mubes

  • 21 Jun 2026 17:14 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi: Aula Kantor Dewan Koperasi Indonesia Daerah (DEKOPINDA) Kota Bukittinggi di samping Surau Manggih, Kelurahan Aur Kuning, Minggu 21 Juni 2026 tampak berbeda dari hari biasanya. Keramaian pun terjadi, kursi dan meja disusun rapi.

Kerapian perlengkapan di gedung itu didasari untuk memfasilitasi kegiatan mempererat tali silahturahmi dan kebersamaan dari organisasi Paguyuban Keluarga Besar PUJAKESUMA Provinsi Sumatera Barat.

Hari ini, Dewan Pengurus Daerah (DPW) Paguyuban Keluarga Besar (PKB) Putra Jawa Kelahiran Sumatera (PUJAKESUMA) Provinsi Sumatera Barat menggelar Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) dengan mengusung tema “dengan Rakerwil, kita sukseskan Musyawarah Besar (MUBES) IV dan Hari Lahir (Harlah) ke-46 Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma menuju persatuan dan kesatuan dalam menyambut Indonesia Emas 2045”.

Pemerintah Kota Bukittinggi apresiasi pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Paguyuban Keluarga Besar PUJAKESUMA Provinsi Sumatera Barat dikarenakan telah berdedikasi menghimpun potensi keanggotaan dan keorganisasian mendukung kemajuan daerah di Kota Bukittinggi dan Sumatera Barat.

Hal itu disampaikan Walikota Bukittinggi H. M.Ramlan Nurmatias melalui Staf Ahli Walikota Emil Achiyar kepada RRI. Kebhinekaan telah terbukti terwujud di Kota Bukittinggi dan di Provinsi Sumatera Barat, tidak menjadikan perbedaan suku bangsa sebagai hambatan untuk bersatu di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetapi menerapkan makna tulisan di bawah gambar burung garuda dari Ideologi Pancasila terhadap Bhineka Tunggal Ika dalam keseharian.

“walaupun kita berbeda-beda, tetapi kita tetap satu, seperti tulisan Bhineka Tunggal Ika di lambang Pancasila kita. Pemerintah Kota Bukittinggi memberikan apresasi untuk paguyuban keluarga besar Pujakesuma di Kota Bukittinggi dan Provinsi Sumatera Barat. Kami yakin dan percaya kedepan Pujakesuma akan menjadi paguyuban yang semakin besar, “dima bumi dipijak, disinan langik dijunjuang”, tetap menjadi bagian untuk kemajuan ranah minang,”katanya

Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Paguyuban Keluarga Besar PUJAKESUMA Provinsi Sumatera Barat Drs. H.Jufri mengatakan pihaknya optimis PUJAKESUMA semakin berkembang dan terkenal luas di tengah publik se-Indonesia. Paguyuban lahir ketika dirinya menjabat sebagai Walikota Bukittinggi di tahun 2005 silam dan terus berkembang hingga sekarang.

Dikatakan, kolaborasi dalam keberasaaman keorganisasian diperlukan untuk menggali potensi masing-masing anggota agar dikembangkan sehingga memberikan dampak positif beragam.

“semua daerah memiliki keahlian khusus masing-masing, termasuk warga Bukittinggi berasal dari Jawa kelahiran Sumatera perlu kita tonjolkan. Tidak hanya Nasi Kapau yang ditonjolkan, walaupun saya adalah orang Kapau. Apa masakan khusus dari anggota Pujakesuma dikembangkan sehingga menjadi asset bersama, bervariasi dalam kebersamaan,” tegasnya

Ketua Pengurus Harian Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Paguyuban Keluarga Besar PUJAKESUMA Provinsi Sumatera Barat Sulianto, ST, MT menyebutkan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pertama pada kepengurusan periode 2024-2029 ini bertujuan untuk menyatupadukan para kader paguyuban di setiap kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat untuk mewujudkan rencana dan program kerja paguyuban yang bermuara untuk kemaslahatan bersama.

Kepengurusan DPW Paguyuban Keluarga Besar PUJAKESUMA Provinsi Sumatera Barat periode 2024-2029 hingga saat baru berjalan satu setengah tahun setelah ditetapkan menjadi pengurus definitive Dewan Pengurus Pusat (DPP). Seiring waktu komunikasi dan koordinasi antar lintas kabupaten/kota terjalin dengan baik, begitu juga menginventarisir keanggotaan keorganisasian.

“yang sudah mendapatkan SK Mandat itu ada 8, sedangkan yang sudah definitif ada 4 pengurus paguyuban kabupaten/kota. 4 daerah itu adalah Kota Bukittinggi, Agam, Solok, dan Dharmasraya. Lalu, yang masih mandat seperti Limapuluh Kota, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang, Agam Barat. Dari daerah yang definitive itu jumlah anggota kita lebih ratusan ribu jiwa,” terangnya

Lebih lanjut disampaikan, untuk Pengurus Paguyuban Keluarga Besar PUJAKESUMA Kota Bukittinggi saja keanggotaannya mencapai 18 persen dari jumlah penduduk Kota Bukittinggi. Tentu, administrasi keanggotaan perlu dilakukan dan disempurnakan kedepannya.

Program nasional dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sejatinya dapat dikerjasamakan dengan kekuatan dan potensi paguyuban PUJAKESUMA serupa ekonomi kerakyatan. Ia juga akui saat ini saja, terdapat anggota paguyuban yang menekuni produk pupuk kompos berskala nasional.

Sekretaris Majelis Pertimbangan Organisasi DPW Paguyuban Keluarga Besar PUJAKESUMA Provinsi Sumatera Barat Drs.H.Sukidi menyampaikan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ini bernilai positif untuk mendata dan memberikan arahan untuk kemajuan organisasi secara berkesinambungan, apalagi menghadapi Musyawarah Besar (MUBES) IV dan Hari Lahir ke-46 yang nantinya akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Ancol, Jakarta diperoleh skema serta konsep yang hendak disampaikan dari hasil rapat kerja wilayah hari ini.

Menurutnya, program dan kinerja Paguyuban Keluarga Besar di Dewan Pimpinan Pusat yang telah berjalan saat ini terhadap produksi minyak goreng seharusnya dapat ditindaklanjuti hingga tingkat daerah. Keberadaan lahan produksi penghasil minyak sawit di beberapa wilayah di Sumatera Barat memiliki prospek menjanjikan untuk keberlangsungan keorganisasian dan keanggotaan.

Disebutkan, jika produksi minyak sawit itu bermuara hingga ke daerah maka paguyuban di daerah, yakni Sumatera Barat dapat mengambil prospek pengemasan produknya.

“kami menilai sector koperasi menjadi peluang untuk dikerjakan oleh paguyuban di masing-masing daerah, sehingga ekonomi kerakyatan dapat didukung dengan koperasi. Tapi, kami ingin program yang telah dilakukan di tingkat DPP dapat dikerjasamakan di daerah, seperti tadi minyak goreng, di sini kita punya lahan sawit luas di Pasaman Barat, bagaimana kita dapat sikapi pengemasannya,” tuturnya

Sementara itu, Musyawarah Besar (Mubes) ke-enam yang dilaksanakan di Jakarta diagendakan berlangsung pada 10 hingga 12 Juli 2026 mendatang, kehadiran orang nomor 1 di Indonesia yakni Presiden Prabowo Subianto menjadi kekuatan besar organisasi dan paguyuban terhadap kegiatan yang dilaksanakan setiap lima tahun itu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....