Buya Gusrizal: Daerah Istimewa Harus Kembali Kepada Syara'

  • 02 Agt 2026 08:17 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Jakarta - bertempat di Aula Ahmad Dahlan,Uhamka Jakarta berlangsung acara Kajian Adat Dpp Daram didalam acara yang membahas topik Adat Basandi Syarak - Syarak Basandi Kitabullah ,Sayarak Mangato Adaik Mamakai dalam mengobati penyakit masyarakat di Minangkabau Buya Gusrizal membahas Wacana pembentukan Daerah Istimewa Minangkabau kembali menjadi perbincangan di tengah masyarakat Sumatera Barat.

Berbagai tokoh menyampaikan pandangan mengenai arah dan landasan yang harus menjadi pijakan apabila gagasan tersebut benar-benar diwujudkan.

Salah satu pandangan yang mendapat perhatian datang dari Buya Dr. H. Gusrizal Gazahar, Dt. Palimo Basa. Dalam pandangan yang beredar di ruang publik, Buya Gusrizal menegaskan bahwa dukungan terhadap Daerah Istimewa hanya memiliki makna apabila konsepnya benar-benar mengembalikan kehidupan masyarakat kepada syara', bukan sekadar menjadikan adat sebagai simbol atau slogan.

Pesan tersebut dinilai sejalan dengan falsafah Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang selama ini menjadi identitas masyarakat Minang. Dalam falsafah tersebut, adat berjalan seiring dengan tuntunan syariat Islam, sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan.

Pandangan Buya Gusrizal dipahami sebagai pengingat bahwa perjuangan menuju status daerah istimewa tidak cukup hanya berorientasi pada aspek administrasi pemerintahan ataupun keistimewaan politik.

Lebih dari itu, nilai utama yang harus diperjuangkan adalah menghidupkan kembali prinsip-prinsip syariat dalam kehidupan sosial, pendidikan, budaya, serta tata kelola masyarakat.

Apabila konsep Daerah Istimewa hanya berhenti pada pengakuan terhadap adat, tanpa memperkuat nilai-nilai syara', maka tujuan besar yang selama ini menjadi ruh masyarakat Minangkabau dikhawatirkan tidak akan tercapai.

Karena itu, pandangan tersebut dinilai dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat agar perjuangan Daerah Istimewa tidak kehilangan arah.

Keistimewaan yang diharapkan bukan hanya berupa status hukum, melainkan juga menjadi momentum memperkuat karakter masyarakat yang religius, berakhlak, dan berpegang teguh kepada Al-Qur'an serta Sunnah.

Di tengah berkembangnya berbagai gagasan mengenai Daerah Istimewa Minangkabau, muncul pula harapan agar seluruh tokoh daerah memiliki visi yang sejalan dalam menjaga nilai-nilai ABS-SBK. Kesamaan arah pemikiran diyakini akan memperkuat legitimasi perjuangan serta memperjelas tujuan yang ingin dicapai.

Dalam konteks itu, pandangan Buya Gusrizal dinilai memiliki semangat yang selaras dengan upaya memperkuat identitas Minangkabau yang berlandaskan syariat Islam.

Banyak kalangan berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menjadikan nilai tersebut sebagai pedoman dalam setiap pembahasan mengenai masa depan daerah.

Tagline "Kembali kepada Syara', Bukan Sekadar Adat" dinilai dapat menjadi pesan moral yang mengingatkan bahwa keistimewaan Minangkabau harus berpijak pada falsafah yang telah diwariskan para ulama dan ninik mamak sejak dahulu.

Namun demikian, dalam kehidupan demokrasi, berbagai pihak tentu dapat memiliki pandangan dan penafsiran yang berbeda mengenai konsep Daerah Istimewa.

Oleh karena itu, dialog yang terbuka, argumentatif, dan saling menghormati tetap menjadi bagian penting dalam merumuskan konsep terbaik bagi Sumatera Barat.

Pada akhirnya, wacana Daerah Istimewa bukan semata-mata berbicara mengenai status, tetapi juga mengenai arah pembangunan karakter masyarakat.

Apabila falsafah ABS-SBK benar-benar menjadi landasan utama, maka cita-cita membangun Minangkabau yang beradab, religius, dan bermartabat akan memiliki fondasi yang lebih kuat.

Setiap gagasan mengenai Daerah Istimewa hendaknya selalu berpijak pada data, konstitusi, serta nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.

Perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika demokrasi, namun semangat menjaga persatuan dan menghormati warisan falsafah Minangkabau harus tetap menjadi prioritas bersama.

Semoga peningkatan status Provinsi Sumatera Barat menjadi Naik statu menjadi Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau benar benar menjadi nyata diterapkan di daerah Sumatera Barat (Djamuir Tanjung)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....