Bulog Bukittinggi Pastikan Stok Beras Nasional 5 Juta Ton Dipastikan Aman
- 25 Apr 2026 10:39 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Perum Bulog kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Hingga April 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara nasional tercatat mencapai 5 juta ton, menjadikannya sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah sejak Indonesia merdeka.
Di wilayah Bukittinggi, ketersediaan beras juga dipastikan dalam kondisi aman dan terkendali. Pemimpin Cabang BULOG Bukittinggi, Romi Victa Rose, menyebut bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga para petani.


“Stok beras secara nasional saat ini mencapai 5 juta ton. Untuk wilayah kerja BULOG Bukittinggi sendiri tersedia sekitar 3.000 ton beras, serta 322.990 liter minyak goreng,” ujarnya.
Menurutnya, melimpahnya stok beras tidak hanya menjadi indikator keberhasilan produksi pangan nasional, tetapi juga memiliki fungsi strategis sebagai instrumen pengendali harga di pasar.
Dengan cadangan yang kuat, BULOG berperan sebagai stabilisator harga, pengendali inflasi pangan, sekaligus penopang berbagai program pemerintah.
Program tersebut meliputi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan (Banpang), hingga intervensi pemerintah dalam situasi darurat dan bencana. Di tengah dinamika global yang tidak menentu, keberadaan stok beras yang besar menjadi penyangga utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Sebagai operator pemerintah dalam pengelolaan beras, BULOG juga terus mengoptimalkan penyerapan gabah petani. Saat ini, harga pembelian gabah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram sebagai bentuk perlindungan terhadap petani sekaligus menjaga keberlanjutan produksi.
Di wilayah Bukittinggi dan sekitarnya, BULOG telah menyerap sebanyak 1.558 ton gabah petani. Gabah tersebut selanjutnya diproses menjadi beras untuk mendukung berbagai program pemerintah serta memperkuat cadangan nasional.
“Kami optimistis serapan gabah akan terus meningkat. Saat ini kapasitas gudang bahkan sudah penuh,” jelas Romi.
Untuk mengantisipasi lonjakan produksi, BULOG Bukittinggi telah mengoptimalkan seluruh fasilitas penyimpanan yang tersedia. Gudang yang berada di wilayah Baso dan Lubuk Basung di Kabupaten Agam, serta Lubuk Sikaping di Kabupaten Pasaman, telah dimanfaatkan secara maksimal.
Selain itu, dua gudang tambahan dengan kapasitas total 2.000 ton juga disewa guna menampung stok yang terus bertambah.
Di tengah potensi kenaikan harga pangan akibat kondisi global, BULOG memastikan pasokan dalam negeri tetap aman.
| Baca juga: Pembinaan KUA: Lima Pasti ASN Melayani |
Ketersediaan beras yang memadai diharapkan mampu menekan gejolak harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Romi juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Pemerintah, melalui BULOG, telah menyiapkan cadangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.
“Kami pastikan pangan pokok, khususnya beras, dalam kondisi melimpah. Masyarakat tidak perlu panik karena beras BULOG siap digunakan sesuai ketentuan pemerintah,” tegasnya.
Dengan capaian stok beras nasional yang mencetak rekor tertinggi ini, pemerintah optimistis ketahanan pangan Indonesia semakin kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan global, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....