Cuma Ada di Unand! Prodi Sastra Minangkabau Satu-satunya di Dunia dan Akhirat
- 20 Apr 2026 09:59 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas mendorong sinergi lintas sektor untuk merawat kebudayaan Sumatera Barat secara berkelanjutan. Prof Ike menyampaikan hal itu saat diwawancara RRI Pro 1 Bukittinggi pada Rabu, 15 April 2026. .Prof Ike hadir sebagai pembicara dalam Forum Perangkat Daerah Provinsi bertema Merawat Tradisi Menjaga Jati Diri.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan tersebut di Gedung Triarga Bukittinggi pada Kamis tujuh belas April dua ribu dua puluh enam.
Prof Ike menyatakan FIB Unand telah menyampaikan usulan tertulis kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat untuk program dua ribu dua puluh tujuh.
Ia menegaskan pemeliharaan dan pengembangan budaya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi secara konsisten dan terukur.
Ia menyoroti budaya mencakup aspek yang lebih luas daripada adat sehingga memerlukan kajian komprehensif dari berbagai disiplin ilmu. Prof Ike mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi agar pelestarian, peningkatan, dan pemanfaatan budaya berjalan optimal di Sumatera Barat.
"Iya jadi eh sebenarnya Pak Ikhsan mungkin sedikit ada eh perbedaan persepsi mungkin kemarin dalam pemahaman kami, kami sebagai akademisi memang untuk memberikan kontribusi masukan terkait dengan program kerja pemerintah daerah khususnya Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat untuk kegiatan tahun dua ribu dua puluh tujuh gitu."katanya
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas saat ini mengelola enam program studi sarjana untuk mendukung pengembangan kajian kebudayaan secara akademik. Program studi itu meliputi Sastra Inggris, Sastra Indonesia, Sastra Jepang, Sastra Minangkabau, Sejarah, dan Arkeologi dengan pendekatan keilmuan berbeda.Prof Ike menyebut Program Studi Sastra Minangkabau menjadi satu-satunya program studi di dunia yang mengkaji budaya Minangkabau. FIB Unand juga membuka program magister S2 Linguistik dan S2 Susastra untuk memperkuat riset kebudayaan dan kebahasaan di Sumatera Barat.
"Jadi usulan itu memang kita sampaikan tertulis dalam kaitannya dengan peran kita eh Fakultas Ilmu Budaya begitu jadi eh usulan-usulan itu sebenarnya sudah kita sampaikan secara tertulis tetapi di dalam diskusi pada hari kedua eh kita juga eh me-highlight menegaskan kepada panitia eh kepada narasumber lainnya bahwa marilah sama-sama kita bersinergi karena berbicara tentang budaya ini kan bukan hanya berbicara tentang adat saja ada banyak hal-hal yang perlu kita lakukan dalam rangka pemeliharaan, pelestarian, peningkatan, pengembangan dan sebagainya yang tentu saja membutuhkan kolaborasi dengan kami,"terangnya
"Jadi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas itu Pak Ikhsan. Kita memiliki enam program studi untuk eh tingkat sarjana. Jadi eh ada sastra Inggris, sastra Indonesia, sastra Jepang kemudian sastra Minangkabau nah sastra di sastra Minangkabau itu. Kalau saya menyebutkan itu satu-satunya prodi di dunia dan di akhirat gitu enggak ada,"tambahnya
Prof Ike telah kembali ke Padang untuk melanjutkan agenda akademik setelah menghadiri kegiatan di Bukittinggi . Ia mengapresiasi RRI Pro 1 Bukittinggi karena memberi ruang berbagi informasi kepada masyarakat Sumatera Barat secara luas.
Kata Kunci / Tags
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....