Mahasiswa gelar pementasan randai hasil Belajar Bersama Maestro di Kubu Gadang

  • 13 Agt 2026 02:34 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Padang Panjang - Belasan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menampilkan hasil pembelajaran seni pertunjukan randai setelah mengikuti Program Belajar Bersama Maestro (BBM) selama satu bulan bersama Maestro Randai Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto atau Mak Katik.

Karya tersebut dipentaskan di Desa Wisata Kubu Gadang, Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur, Rabu 12 Agustus 2026. Pementasan sekaligus menjadi ruang bagi peserta memperlihatkan keterampilan dan pengalaman yang diperoleh selama program.

Para peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Medan, ISI Yogyakarta, dan ISI Padangpanjang.

Pementasan disaksikan Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat Nurmantias, tokoh masyarakat, undangan, serta warga setempat.

Wawako Allex mengapresiasi Program BBM. Ia menyebut program tersebut tidak hanya memberi kesempatan generasi muda mempelajari teknik seni pertunjukan, tetapi juga mengenal nilai-nilai budaya dalam randai.

"Randai tidak hanya merupakan seni pertunjukan, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang mengandung nilai kebersamaan, disiplin, dan kearifan lokal Minangkabau yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus," ujarnya.

Menurut Allex, keterlibatan mahasiswa dari berbagai daerah menjadi peluang memperluas pengenalan seni budaya Minangkabau. Pengetahuan dan pengalaman yang dibawa pulang diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan randai di daerah masing-masing.

Kepala BPK Sumbar Nurmantias juga mengapresiasi dedikasi Mak Katik dalam membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada peserta. Ia menyebut proses belajar bersama maestro merupakan bentuk nyata pewarisan pengetahuan seni tradisi kepada generasi muda.

Nurmantias berharap kegiatan pelestarian budaya seperti BBM terus berlanjut sehingga randai tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya Minangkabau, tetapi juga semakin dikenal hingga tingkat internasional.

Sementara itu, Mak Katik menyampaikan keterlibatan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menunjukkan randai masih memiliki daya tarik bagi generasi muda di luar Sumatera Barat. Selama mengikuti program, peserta tidak hanya mempelajari pertunjukan, tetapi juga nilai dan filosofi yang terdapat dalam seni randai.

"Kita berharap para peserta yang telah mengikuti program ini dapat menjadi duta budaya yang turut memperkenalkan dan melestarikan randai di berbagai daerah bahkan hingga mancanegara," harapnya.

Mak Katik juga berharap Desa Wisata Kubu Gadang terus berkembang sebagai ruang pertunjukan seni dan budaya. Ia menyebutkan keberadaan ruang pertunjukan yang representatif penting untuk mendukung keberlanjutan kegiatan seni tradisi sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya di Padang Panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....