Wawako Elzadaswarman Sebut Pendidikan Agama Bentengi Moral Generasi Muda
- 13 Apr 2026 21:40 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Payakumbuh – Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menekankan pentingnya pendidikan agama sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda. Hal tersebut disampaikannya saat membuka perayaan khatam Al-Qur'an MDTA Masjid Istiqlal, Kelurahan Labuah Basilang, pada Sabtu, 11 April 2026.
Mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, ia menyebut momen khatam ini sebagai awal bagi anak-anak untuk lebih mendalami kitab suci. Ia berharap para santri dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan religius di masa depan.
“Ini adalah awal bagaimana ke depan anak-anak kita bisa lebih mendalami Al-Qur'an dan menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Elzadaswarman.
Ia menitikberatkan bahwa orang tua memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi penerus yang cerdas sekaligus berakhlak mulia. Elzadaswarman mengajak para orang tua untuk mempersiapkan anak-anak mereka sebagai calon pemimpin masa depan.
“Kepada orang tua, mari kita persiapkan anak-anak kita menjadi calon-calon pemimpin di masa yang akan datang dengan akhlak yang mulia,” ujarnya.
Pemerintah Kota Payakumbuh memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini karena selaras dengan program penguatan karakter daerah. Pendidikan berbasis agama dinilai sebagai benteng utama dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi saat ini.
“Dengan cepatnya perkembangan teknologi, kita harus membentengi anak-anak kita dengan pendidikan agama,” ucap Elzadaswarman kembali mengingatkan.
Menurutnya, fenomena sosial yang terjadi belakangan ini merupakan peringatan bagi semua pihak untuk lebih serius memperhatikan moralitas anak. Ia menyoroti kasus-kasus kekerasan terhadap orang tua sebagai dampak dari menurunnya nilai-nilai akhlak pada generasi muda.
“Ini terjadi karena penurunan moral pada generasi muda kita, dan ini akan menjadi ancaman bagi masa depan jika tidak diantisipasi,” tegasnya.
Elzadaswarman menyatakan bahwa tanggung jawab pembinaan ini tidak hanya berada di pundak pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi antara orang tua, niniak mamak, guru, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga moralitas generasi penerus.
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif yang berkembang begitu cepat,” tambahnya lagi.
Kepada para peserta, ia berpesan agar tidak berhenti belajar Al-Qur'an meskipun sudah menyelesaikan prosesi khatam secara simbolis. Pemahaman terhadap iman dan takwa harus terus diperkuat agar mereka menjadi pemimpin yang memiliki kemuliaan hati.
“Jangan berhenti sampai di sini belajar Al-Qur'an, terus tingkatkan pemahaman agar menjadi pemimpin yang berhati mulia,” tutup Elzadaswarman.
Ketua MDTA Masjid Istiqlal Surya menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini diikuti oleh puluhan santri yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan mereka. Sebanyak 47 orang dinyatakan khatam Al-Qur'an, sementara lima orang lainnya menyelesaikan tingkatan khatam Iqra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....