Menjaga Marwah Dakwah Muhammadiyah melalui Risalah Ri’ayah

  • 06 Apr 2026 19:15 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Payakumbuh — Momentum Syawal 1447 Hijriah menjadi ruang refleksi bagi warga Muhammadiyah di Kota Payakumbuh untuk memperkuat konsolidasi organisasi. Melalui pertemuan silaturahim, persyarikatan ini menekankan pentingnya konsep ri’ayah—seni memelihara dan menjaga—sebagai fondasi keberlanjutan gerakan dakwah di tingkat akar rumput.

Kegiatan yang digelar pimpinan dan kader dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) serta Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) kecamatan Payakumbuh Barat dan Payakumbuh Utara ini berlangsung khidmat di dua tempat secara bersamaan, yaitu masjid Al Hidayah, kompleks Universitas Muhammadiyah, Koto Nan Ampek untuk PCM dan PCA Payakumbuh Barat, dan masjid Nurul Jannah Payolinyam untuk warga Muhammadiyah Payakumbuh Utara, Ahad, (5/4/2026).

Ketua PCM Payakumbuh Barat, Ustadz Hendra Bakti,MHI., menyampaikan bahwa silaturahim bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kunci bagi kesempurnaan amal usaha organisasi. “Kami terus berupaya memperbaiki hubungan antar-sesama pimpinan dan anggota. Hal ini krusial untuk memastikan keberlanjutan gerakan dakwah agar tetap kokoh menghadapi tantangan zaman yang kian dinamis,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PCA Payakumbuh Barat, Delvia Andrini,MM., menekankan bahwa keharmonisan antar-penggerak merupakan fondasi utama bagi gerak perempuan Aisyiyah dalam menjalankan program-program sosial dan pendidikannya.

Esensi Memelihara

Dalam sesi kajian di masjid Hidayah UM Sumbar di Payakumbuh Barat, ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Payakumbuh, Ustadz Dr. Irwandi Nashir membedah konsep ri’ayah yang merujuk pada ajaran Al Quran tentang seni memelihara nilai-nilai berharga yang telah susah payah dibina. Mengacu pada Surat Al-Hadid ayat 27, Irwandi Nashir mengingatkan kader agar tidak merusak tatanan yang sudah terbangun baik.

"Jika kita belum mampu memelihara, setidaknya jangan melakukan perbuatan yang merusak," tegas Irwandi. Ia memaparkan tiga tingkatan ri’ayah yang harus dipegang teguh oleh setiap kader Muhammadiyah.

Pertama, menjaga suasana, yang diawali dengan menata niat sehingga tercipta iklim organisasi yang tertib, tidak melakukan penyimpangan, dan selalu rukun. Kedua, menjaga amal, dengan memastikan setiap program dakwah berjalan secara konsisten (istiqamah). Ketiga, menjaga waktu, sebagai bentuk tanggung jawab atas modal umur untuk kemaslahatan umat.

Lebih lanjut, Irwandi Nashir mengajak seluruh unit pembantu pimpinan untuk menjaga kemurnian tujuan Muhammadiyah serta memastikan aset-aset persyarikatan tetap dikelola sesuai khittah atau garis perjuangan organisasi.

Revitalisasi Akar Rumput

Semangat penguatan organisasi juga diserukan untuk wilayah Payakumbuh Utara. Narasumber dari. Korps Muballigh Muhammadiyah Payakumbuh, Muhammad Iman Amini,M.Ag., menekankan pentingnya istiqomah dalam ketaatan dan di atas jalan dakwah amar ma'ruf nahi munkar.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Payakumbuh Utara, Ustadz H.Ruswan Atra, mengingatkan pentingnya revitalisasi gerakan di tingkat cabang dan ranting. Menurut dia, kekuatan Muhammadiyah terletak pada kemampuannya untuk tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal.

“Silaturahim ini adalah ajang konsolidasi untuk menyatukan langkah dalam program-program sosial yang sedang berjalan. Muhammadiyah harus hadir sebagai solusi di tengah masyarakat,” imbuh Ustadz Ruswan.

Pertemuan tersebut ditutup dengan tradisi saling memberi maaf dan makan bersama sebagai simbol luruhnya perbedaan dan penguatan ikatan persaudaraan. Melalui peringatan Syawal ini, warga Muhammadiyah Payakumbuh kembali meneguhkan komitmennya untuk terus menebar manfaat melalui gerakan "tangan di atas," memperkokoh peran organisasi dalam memajukan masyarakat.()

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....