SE2026 Hadirkan Data Akurat untuk Kebijakan Ekonomi
- 12 Feb 2026 17:45 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi – Badan Pusat Statistik (BPS) menyosialisasikan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal RKPD Kota Bukittinggi Tahun 2027.
Dalam pemaparannya, BPS menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi tonggak penting pencatatan ekonomi nasional yang puncak kegiatannya dilaksanakan pada pertengahan tahun 2026.


“Sensus Ekonomi merupakan program pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap yang dilakukan BPS setiap 10 tahun sekali. Tujuannya untuk menghadirkan data ekonomi yang terkini, akurat, dan komprehensif,” disampaikan dalam sosialisasi tersebut.
Sensus Ekonomi telah dilaksanakan secara berkala sejak tahun 1986, kemudian berlanjut pada 1996, 2006, dan 2016. Tahun 2026 menjadi periode sensus berikutnya dalam satu dekade terakhir.
Pada kesempatan itu, BPS juga memperkenalkan maskot Sensus Ekonomi 2026 bernama Bung Itung, yang diharapkan dapat mendekatkan sensus kepada masyarakat serta meningkatkan partisipasi pelaku usaha.
Cakupan dan Jadwal Pelaksanaan
SE2026 akan mencakup hampir seluruh lapangan usaha, mulai dari sektor pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, hingga jasa keuangan dan kesehatan. Namun, terdapat tiga sektor yang tidak termasuk dalam cakupan sensus ini, yakni Sektor Pertanian (A), Administrasi Pemerintahan (P), dan Aktivitas Rumah Tangga (U).
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan dalam dua tahap:
- 1–31 Mei 2026: Pengisian kuesioner secara online (Computer Assisted Web Interviewing/CAWI), khususnya untuk perusahaan skala besar yang akan menerima pemberitahuan melalui email.
- 1 Juni–31 Juli 2026: Pendataan lapangan secara door to door bagi usaha yang belum terdata atau tidak menggunakan metode online.
Menjawab Isu Strategis Perekonomian
Sensus Ekonomi 2026 dinilai sangat krusial karena akan menjawab sejumlah isu strategis, antara lain penyusunan peta perekonomian wilayah yang akurat, identifikasi persoalan riil dan daya saing dunia usaha, serta pemetaan fenomena baru seperti ekonomi digital dan ekonomi lingkungan.
Selain itu, sensus ini juga akan mengukur kontribusi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap perekonomian nasional.
Data yang dihasilkan nantinya diharapkan memberi manfaat luas bagi berbagai pihak. Bagi pemerintah, data tersebut menjadi dasar perencanaan dan evaluasi kebijakan ekonomi. Bagi pelaku usaha, menjadi acuan strategi dan peluang investasi. Akademisi dapat memanfaatkannya untuk penelitian, sementara masyarakat memperoleh transparansi data dalam mendukung target pembangunan nasional.
Tiga Pilar Utama SE2026
SE2026 akan menghasilkan data berbasis tiga pilar utama.
Pertama, Struktur Ekonomi, yang memetakan kondisi ekonomi berdasarkan kewilayahan hingga tingkat kabupaten/kota, skala usaha dari mikro hingga besar, serta lapangan usaha untuk melihat pergeseran struktur industri.
Kedua, Karakteristik Usaha, yang mencakup aspek permodalan dan investasi, kinerja dan daya saing, hingga kendala dan prospek usaha ke depan.
Ketiga, Ekonomi Digital dan Lingkungan, yang menghadirkan indikator baru terkait tingkat adopsi teknologi dan e-commerce, praktik ekonomi hijau yang ramah lingkungan, serta potensi ekonomi biru berbasis kelautan.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, BPS berharap seluruh pelaku usaha dapat berpartisipasi aktif demi terwujudnya data ekonomi yang akurat dan berkualitas, sebagai fondasi pembangunan nasional dan daerah yang lebih tepat sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....