Gubernur Mahyeldi: Perjuangkan Dua Presiden Minangkabau Masuk Sejarah Indonesia

  • 27 Agt 2026 19:11 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Jalarta - Gubernur Sumatera Barat Buya H. Mahyeldi Ansharullah, SP., MSM mengajak masyarakat untuk memperjuangkan pengakuan sejarah terhadap dua tokoh Minangkabau yang dinilai memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah ketatanegaraan Indonesia.

Menurut Mahyeldi, terdapat tokoh Minangkabau yang seolah-olah dihapus atau kurang mendapat tempat yang semestinya dalam catatan sejarah Indonesia.

“Mari kita perjuangkan dua presiden dari orang Minangkabau masuk menjadi Presiden ke-II dan ke-III dalam sejarah Indonesia, yaitu Presiden PDRI dan Presiden RIS,” ujar Mahyeldi.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan pentingnya melihat sejarah Indonesia secara utuh, termasuk mengakui peran tokoh-tokoh daerah yang telah memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan eksistensi Republik Indonesia.

Mahyeldi menilai perjuangan para tokoh Minangkabau tidak dapat dipisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia, khususnya pada masa mempertahankan kemerdekaan ketika Republik Indonesia menghadapi ancaman serius.

Dalam konteks tersebut, Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan keberlangsungan pemerintahan Republik Indonesia.

Sementara itu, Republik Indonesia Serikat (RIS) juga merupakan bagian dari fase penting perjalanan ketatanegaraan Indonesia sebelum kembali kepada bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ajakan Gubernur Sumbar tersebut sekaligus mendorong generasi muda untuk lebih mengenal sejarah bangsa, terutama kontribusi tokoh-tokoh Minangkabau dalam perjuangan kemerdekaan dan mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Menurutnya, penguatan pemahaman sejarah bukan semata-mata untuk membanggakan daerah, melainkan bagian dari upaya menghadirkan catatan sejarah Indonesia yang lebih lengkap dan proporsional.

“Ini bukan hanya persoalan Minangkabau, tetapi bagaimana sejarah bangsa Indonesia ditulis secara utuh, sehingga jasa dan perjuangan para tokoh yang telah mempertahankan republik tidak hilang dari ingatan generasi penerus,” ujarnya.

Pernyataan tersebut diharapkan menjadi pemantik diskusi dan kajian lebih lanjut di kalangan akademisi, sejarawan, pemerintah serta masyarakat mengenai kedudukan PDRI dan RIS dalam sejarah kepemimpinan Indonesia.

Bagi Sumatera Barat, perjuangan tersebut juga menjadi bagian dari warisan sejarah yang perlu terus dirawat, dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dengan demikian, sejarah tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga sumber keteladanan untuk membangun masa depan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....