Sumbar Hari ini dan Indonesia Emas 2045
- 27 Apr 2026 15:45 WIB
- Bukittinggi
Oleh ; Prof. Dr. Masri Mansoer Ketua Umum BP2DIM
RRI.CO.ID,Jakarta - Mengamati fenomena dan realitas Sumatera Barat (Minangkabau) hari ini, muncul pertanyaan mendasar: sejauh mana daerah ini mampu berkontribusi strategis menuju visi Indonesia Emas 2045? Jawabannya optimistis—Sumbar sangat bisa berperan signifikan, namun dengan syarat pembenahan serius di sektor pendidikan, kualitas sumber daya manusia (SDM), dan kondisi gizi masyarakat.
Dari sisi pendidikan, Sumbar sebenarnya memiliki fondasi yang cukup kuat. Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 16–18 tahun telah mencapai 83,45 persen, melampaui rata-rata nasional 81,2 persen. Budaya literasi masyarakat Minangkabau juga dikenal kuat, tercermin dari filosofi “Alam Takambang Jadi Guru” serta tradisi surau dan merantau yang telah melahirkan banyak tokoh nasional dan lulusan perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, sebagian besar pemerintah daerah telah memenuhi alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBD.
Namun demikian, sejumlah persoalan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Kualitas pendidikan belum merata, terlihat dari posisi nilai UTBK Sumbar tahun 2024 yang berada di peringkat 11 nasional. Ketimpangan antara kota dan daerah masih cukup lebar. Model pendidikan juga dinilai belum sepenuhnya kontekstual, di mana kurikulum formal belum terintegrasi optimal dengan nilai-nilai lokal berbasis nagari. Di sisi lain, distribusi tenaga pengajar berkualitas masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan, sementara daerah terpencil masih kekurangan guru, khususnya di bidang sains dan bahasa Inggris.
Kondisi ini menunjukkan bahwa secara kuantitas pendidikan di Sumbar sudah baik, namun dari segi kualitas masih belum merata. Daya saing global masih didominasi oleh kelompok terbatas dari wilayah perkotaan atau mereka yang memperoleh akses pendidikan di luar daerah.
Dari perspektif kualitas SDM, masyarakat Minangkabau memiliki keunggulan kultural yang kuat. Nilai-nilai seperti adaptasi, etos kerja, dan jiwa kewirausahaan telah menjadi bagian dari karakter masyarakat. Hal ini terbukti dari banyaknya tokoh nasional, akademisi, hingga pelaku startup yang berasal dari Ranah Minang.
Namun, tantangan tetap ada. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar tahun 2024 tercatat sebesar 75,64 atau peringkat 9 nasional—cukup baik, tetapi masih tertinggal dalam aspek pengeluaran per kapita dibandingkan provinsi tetangga seperti Riau dan Kepulauan Riau. Tingkat Pengangguran Terbuka juga mencapai 5,64 persen, dengan lulusan SMA/SMK sebagai penyumbang terbesar. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Selain itu, kesenjangan keterampilan digital juga menjadi sorotan. Sekitar 89 persen pelaku UMKM di Sumbar belum mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, padahal masa depan ekonomi 2045 akan didominasi oleh kecerdasan buatan dan otomasi. SDM Minangkabau dinilai unggul dalam soft skill seperti komunikasi dan adaptasi, namun masih perlu penguatan pada hard skill seperti STEM, data, dan energi terbarukan.
Tak kalah penting, kondisi gizi masyarakat menjadi pondasi utama dalam pembangunan SDM. Kualitas gizi yang belum optimal berpotensi memengaruhi tumbuh kembang generasi muda, termasuk kemampuan belajar dan produktivitas di masa depan. Jika persoalan ini tidak ditangani secara serius, maka bonus demografi yang diharapkan justru bisa berubah menjadi beban.
| Baca juga: Polri Presisi dalam Bingkai Adat Minangkabau |
Dengan demikian, kontribusi Sumbar menuju Indonesia Emas 2045 sangat mungkin terwujud, asalkan dilakukan langkah-langkah strategis dan terukur. Transformasi pendidikan yang lebih kontekstual, pemerataan kualitas guru, peningkatan keterampilan digital, serta perbaikan gizi masyarakat menjadi kunci utama.
Sumbar memiliki modal budaya yang kuat. Kini, tantangannya adalah bagaimana mengelola potensi tersebut menjadi kekuatan nyata agar tidak sekadar menjadi penonton, tetapi pemain utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....