Jenang Cepoko, Kuliner Legendaris Penggerak Ekonomi Kreatif Magetan
- 11 Jun 2026 13:37 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Magetan – Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tidak hanya tersohor dengan keindahan Telaga Sarangan yang sejuk atau kerajinan kulitnya yang menawan. Di balik pesona alam kaki Gunung Lawu, daerah ini juga menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang sarat akan nilai budaya. Salah satu warisan cita rasa yang kini kian naik daun dan menjadi buruan para pelancong adalah Jenang Cepoko.
Bagi masyarakat setempat, jenang bukan sekadar kudapan manis pengisi waktu luang. Di balik kelembutan teksturnya, Jenang Cepoko menyimpan cerita tentang ketekunan, pelestarian tradisi, sekaligus roda penggerak ekonomi kreatif berbasis keluarga yang terus bertahan melintasi generasi.
Cita Rasa Autentik dari Resep Turun-Temurun
Meskipun sekilas terlihat serupa dengan jenang atau dodol pada umumnya, Jenang Cepoko memiliki karakteristik tersendiri yang membuatnya istimewa. Rahasianya terletak pada penggunaan bahan-bahan alami pilihan dan proses pembuatan yang masih mempertahankan cara-cara tradisional.
Kombinasi antara tepung ketan, santan kelapa murni, dan gula merah berkualitas dimasak di atas tungku kayu bakar dalam waktu yang cukup lama. Proses pengadukan yang konstan di atas wajan tembaga besar membutuhkan stamina dan kesabaran tinggi agar adonan kalis sempurna dan tidak gosong. Hasilnya adalah sepotong jenang dengan tekstur yang sangat kenyal, lembut di lidah, dengan rasa manis yang legit dan aroma harum khas kelapa yang kuat.
Keaslian resep yang dijaga ketat dari generasi ke generasi inilah yang membuat Jenang Cepoko selalu berhasil memikat lidah siapa saja yang mencicipinya.
Dari Camilan Hajatan Menjadi Oleh-Oleh Unggulan
Pada awalnya, kudapan jenang di kawasan Magetan lebih banyak diproduksi untuk keperluan upacara adat, hajatan pernikahan, atau perayaan hari besar keagamaan sebagai lambang doa dan perekat silaturahmi antarwarga. Namun, seiring berjalannya waktu, potensi ekonomi dari kuliner ini mulai dilirik secara serius.
Kini, para perajin Jenang Cepoko di Magetan telah bertransformasi menjadi pelaku UMKM yang modern. Mereka tidak hanya fokus pada kualitas rasa, tetapi juga mulai berinovasi pada aspek pengemasan packaging agar lebih higienis, menarik, dan tahan lama tanpa bahan pengawet buatan.
Transformasi ini sukses membawa Jenang Cepoko naik kelas menjadi salah satu produk oleh-oleh unggulan Magetan yang banyak dicari oleh wisatawan domestik yang berkunjung ke kawasan wisata Lawu.

Menjaga Eksistensi di Tengah Gempuran Kuliner Modern
Di tengah maraknya camilan modern dan makanan cepat saji, eksistensi Jenang Cepoko menjadi bukti nyata bahwa kuliner tradisional memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Keberadaan sentra-sentra produksi jenang ini juga terbukti mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menghidupkan perekonomian warga sekitar.
Dukungan dari pemerintah daerah melalui berbagai pelatihan digitalisasi pemasaran dan pameran UMKM turut membuka jalan bagi Jenang Cepoko untuk merambah pasar yang lebih luas di luar Jawa Timur.
Tips Membeli Jenang Cepoko untuk Buah Tangan
Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan ke Magetan atau berwisata ke lereng Gunung Lawu, membawa pulang Jenang Cepoko adalah sebuah keharusan. Berikut beberapa tips singkat untuk Anda:
Pilih yang Masih Segar. Jika memungkinkan, belilah langsung dari pusat rumah produksi atau toko oleh-oleh terpercaya untuk mendapatkan jenang yang baru saja matang demi tekstur terbaik.
Perhatikan Penyimpanan. Karena dibuat tanpa bahan pengawet kimia, pastikan menyimpan jenang di tempat yang kering dan sejuk agar tidak mudah berjamur.
Selain rasa original gula merah, beberapa perajin kini mulai berinovasi dengan varian rasa lain seperti wijen atau durian yang layak untuk dicoba.
Menikmati sepotong Jenang Cepoko bukan sekadar memanjakan lidah dengan rasa manis, melainkan juga mengapresiasi sebuah karya seni kuliner tradisional yang terus dirawat dengan cinta oleh masyarakat Magetan. (NAS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....