Imlek Tanpa Kue Keranjang? Rasanya Kurang Sah!
- 04 Feb 2026 13:53 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kue keranjang selalu hadir sebagai sajian khas dalam perayaan Imlek yang dirayakan masyarakat Tionghoa setiap tahun.
Kue manis ini bukan sekadar makanan, tetapi simbol harapan, kebersamaan, dan keberuntungan bagi seluruh anggota keluarga.
Tekstur kue keranjang kenyal dan lengket dengan rasa manis legit yang khas serta mudah dikenali.
Aroma gula dan ketan berpadu menciptakan cita rasa tradisional yang membangkitkan kenangan perayaan Imlek sejak kecil.
Dalam budaya Tionghoa, kue keranjang melambangkan peningkatan rezeki, keberuntungan, dan kehidupan yang lebih baik.
Makna tersebut tercermin dari penyajiannya yang sering disusun bertingkat sebagai simbol kenaikan derajat hidup.
Kue keranjang biasanya dijadikan persembahan untuk leluhur sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur mendalam.
Tradisi ini mengajarkan pentingnya menghargai keluarga dan menjaga hubungan harmonis antar generasi sepanjang masa.
Proses pembuatan kue keranjang membutuhkan waktu lama serta kesabaran agar hasilnya benar-benar sempurna.
Nilai ini mencerminkan filosofi hidup bahwa kesabaran dan ketekunan akan menghasilkan manisnya kebahagiaan.
Di Indonesia, kue keranjang sering diolah kembali menjadi hidangan goreng atau campuran sajian lainnya.
Kreasi ini membuat kue keranjang semakin digemari berbagai kalangan tanpa menghilangkan nilai tradisi aslinya.
Hingga kini, kue keranjang tetap menjadi bagian penting dalam perayaan Imlek di Indonesia.
Keberadaannya menjadi pengingat akan tradisi, kebersamaan, serta harapan baik menyambut tahun baru penuh makna. (DEP)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....