Risiko dan Bahaya Menahan Bersin
- 14 Sep 2026 09:40 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Bersin merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan iritan dari saluran pernapasan. Namun, sebagian orang mungkin memilih menahan bersin karena alasan tertentu, seperti sedang berada di tempat umum.
Padahal, kebiasaan menahan bersin, terutama jika dilakukan dengan kuat dan berulang, dapat menimbulkan sejumlah risiko bagi tubuh. Dikutip dari alodokter berikut ini adalah beberapa risiko yang bisa terjadi saat seseorang sering menahan bersin:
1. Gangguan pendengaran
Saat hendak bersin, tekanan udara di hidung, tenggorokan, dan tuba eustachius di dekat telinga akan meningkat. Jika tubuh tidak mengeluarkan udara tersebut melalui bersin, tekanan udara yang tinggi di dalam rongga kepala bisa tertahan dan hal ini dapat mengganggu pendengaran.
Kondisi ini bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari atau minggu. Namun, pada kasus yang parah, hal ini bisa menyebabkan terjadinya luka di gendang telinga, sehingga perlu ditangani dengan pembedahan.
2. Infeksi
| Baca juga: Bahaya Main Ponsel dalam Gelap Terhadap Mata |
Bersin berfungsi untuk membersihkan hidung dari berbagai benda asing di dalam hindung, termasuk bakteri dan virus. Apabila bersin sering ditahan, bakteri dan virus akan berdiam di dalam hidung, sehingga bisa menimbulkan infeksi. Pada kasus tertentu, infeksi ini bisa menyebar hingga ke telinga.
3. Cedera hidung, mata, atau gendang telinga
Bersin yang tertahan akan membuat tekanan udara di dalam rongga wajah meningkat. Hal ini bisa membuat pembuluh darah kecil yang terletak di mata, hidung, dan sekitar gendang telinga berisiko untuk pecah.
| Baca juga: Bahaya Mandi Air Dingin usai Berolahraga |
Cedera ini bisa menyebabkan gejala berupa muncul bintik merah pada mata, mimisan, atau keluar darah dari telinga.
4. Cedera diafragma
Diafragma adalah otot yang memisahkan dada dan perut. Otot ini berperan penting dalam proses pernapasan, batuk, muntah, dan bersin. Cedera di bagian ini karena menahan bersin sangat jarang terjadi. Namun, apabila terjadi, kondisi ini bisa berbahaya dan mengganggu pernapasan.
Selain cedera pada diafragma, menahan bersin juga berisiko mengakibatkan cedera pada tenggorokan yang ditandai dengan kesulitan berbicara atau menelan makanan. Pada kasus yang lebih parah, kebiasaan menahan bersin dapat menyebabkan pecahnya aneurisma otak dan cedera pada tulang rusuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....