Beberapa Penyakit Disebabkan Bulu Kucing
- 14 Sep 2026 09:40 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, BUkittinggi - Memelihara kucing dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan, tetapi keberadaan hewan berbulu ini juga membuat kita perlu memperhatikan kebersihan dan kesehatan.
Bulu kucing yang beterbangan di lingkungan rumah sering kali dianggap sebagai penyebab berbagai penyakit, padahal masalah kesehatan umumnya berkaitan dengan alergen, serpihan kulit, air liur, atau mikroorganisme yang menempel pada bulu dan tubuh kucing.
Pada orang tertentu, paparan tersebut dapat memicu reaksi alergi hingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan lainnya. Dikutip dari alodokter ada beberapa penyakit yang dapat disebabkan oleh bulu kucing, antara lain:
1. Penyakit cakar kucing (cat scratch disease)
| Baca juga: Penyebab Munculnya Rasa Mudah Lapar |
Penyakit cakar kucing disebabkan oleh infeksi bakteri Bartonella henselae. Bakteri ini tak hanya mampu berpindah ke manusia lewat gigitan atau cakaran kucing, tetapi juga melalui bulu kucing.
Saat mengelus bulu kucing yang terkontaminasi bakteri dan secara tidak sadar langsung menyeka mata, Anda berisiko terkena penyakit ini.
Bahaya bulu kucing ini kucing dapat memicu masalah kesehatan yang lebih serius bagi orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS atau pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi.
2. Kurap (ringworm)
Kurap merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita pada kulit. Penyakit ini dapat ditularkan oleh hewan, seperti kucing, ke manusia.
Kucing merupakan hewan yang sering terinfeksi kurap. Hewan ini bisa terkena kurap apabila bulunya sering basah atau jarang dibersihkan. Anda perlu waspada saat menemukan gejala kurap pada kucing, seperti adanya area melingkar yang berkerak dan disertai kerontokan bulu.
Apabila kucing Anda terkena kurap, bawalah ke fasilitas atau klinik kesehatan hewan dan bersihkan rumah secara menyeluruh agar tidak ada spora jamur yang tertinggal.
3. Toksoplasmosis
Toksoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini terdapat pada kotoran kucing yang sudah terinfeksi dan dapat menular ke manusia.
Penyakit ini bisa membahayakan ibu hamil dan orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Pada ibu hamil, toksoplasmosis berisiko menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau penyakit bawaan lahir pada janin.
Selain itu, penelitian juga menunjukkan penyakit ini dapat menyebabkan menurunnya tingkat kesuburan pada wanita.
4. Reaksi alergi
Bulu kucing sering kali terpapar oleh air ludah, kotoran, dan urine kucing. Saat menyentuh bulu kucing yang kotor tersebut, orang yang memiliki riwayat alergi bisa mengalami reaksi alergi.
Reaksi alergi yang umumnya muncul adalah gatal-gatal, ruam, atau bentol di kulit. Namun, reaksi alergi karena bahaya bulu kucing juga bisa menimbulkan gejala pilek, bersin, dan mata gatal karena rhinitis alergi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....