Perkuat Kader Kesehatan, FK UNP Gelar Pelatihan Kader Desa Tangguh Lansia

  • 27 Agt 2026 16:36 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Agam - Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang (FK UNP) melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN) UNP Tahun 2026 menyelenggarakan Pelatihan Kader Desa Tangguh Lansia.

Kegiatan itu sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mendukung kesehatan, kemandirian, dan kesiapsiagaan kelompok lanjut usia.

Kegiatan yang dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang, Bukittinggi, ini mengangkat tema “Kader Bergerak, Lansia Terlindungi, Nagari Tangguh Bencana”, Minggu, 24 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi FK UNP, dalam memperkuat peran kader kesehatan sebagai mitra strategis masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan penuh dari Pemerintahan Nagari Batagak, Kecamatan Sungai Puar, Kabupaten Agam, dan Puskesmas Sungai Puar.

99.4%

Kolaborasi institusi pendidikan, pemerintah wilayah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan program kesehatan berbasis komunitas.

Wali Nagari Batagak, Zulkarnaini, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, dan menyambut baik ditetapkannya Nagari Batagak sebagai nagari binaan FK UNP.

Pemerintah Nagari dengan senang hati menerima serta mendukung berbagai kegiatan pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh FK UNP.

“Kami sangat senang dan bangga Nagari Batagak menjadi bagian dari kegiatan pembinaan bersama Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang. Pemerintah nagari siap mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Pengabdi, dr. Muthia Sukma, MARS, FISQua, mengatakan, peningkatan kualitas hidup lansia membutuhkan keterlibatan aktif keluarga, kader, dan masyarakat.

“Kader merupakan ujung tombak kesehatan masyarakat. Melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader, diharapkan berbagai risiko kesehatan pada lansia dapat dikenali lebih awal sehingga pendampingan dan rujukan dapat dilakukan secara tepat,” sebutnya.

Menurut Muthia Sukma, pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, permainan edukatif, simulasi, dan praktik keterampilan.

“Materi meliputi Desa Tangguh Lansia, healthy aging, skrining geriatri sederhana, nutrisi lansia, keamanan obat, kesehatan fungsi otak, perawatan kulit lansia, dan kesiapsiagaan bencana,” jelasnya.

Tim pengabdi FK UNP terdiri dari dr. Rahmi Fithria, M.Si; dr. Ainil Mardiah, Sp.GK; dr. Afriyeni Sri Rahmi, Sp.N.FHM; dr. Astri Widya, M.Pd.Ked; dr. Mimin Oktaviana, Sp.DVE; dan dr. Nadia Humairah dengan bidang keahlian masing-masing.

Kepala Puskesmas Sungai Puar, dr. Andi Suhendro, Sp.KKLP, MM, menyebutkan, kegiatan ini sangat sinergis dengan program yang ada di Puskesmas Sungai Puar, terutama dalam meningkatkan peran kader, deteksi dini masalah kesehatan, dan penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Kader aktif mengikuti setiap sesi pelatihan, diskusi, praktik skrining, dan permainan edukatif.

“Peserta juga berharap FK UNP dapat kembali menyelenggarakan pelatihan lanjutan bagi kader agar pengetahuan dan keterampilan dapat terus dikembangkan,” ulasnya.

Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa buku saku kader Desa Tangguh Lansia dan tas siaga bencana lansia sebagai media pendukung implementasi di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, FK UNP bersama pemerintah nagari dan fasilitas kesehatan berkomitmen membangun kolaborasi berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung lansia agar tetap sehat, mandiri, dan terlindungi.

Kader Bergerak, Lansia Terlindungi, Nagari Tangguh Bencana. Alam Takambang Jadi Guru. (YPA/AGZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....