Kolaborasi Kampung Zakat Ampalu Percepat Penurunan Angka Stunting

  • 05 Agt 2026 13:25 WIB
  •  Bukittinggi
RRI.CO.ID,Kab 50 Kota - Program Kampung Zakat Nagari Ampalu kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting. Mulai Senin (3/8/2026), program ini resmi meluncurkan pemenuhan gizi berupa pemberian paket makan bergizi kepada 16 balita stunting di Nagari Ampalu yang akan berlangsung selama 60 hari ke depan.
Program strategis ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara LAZ BSI Maslahat, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lima Puluh Kota, Puskesmas Halaban, dan Pemerintah Nagari Ampalu. Sinergi ini menjadi wujud kepedulian bersama untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak sebagai generasi penerus bangsa.
Pengawasan Ketat Tim Medis dan Kader Posyandu
Agar intervensi gizi berjalan optimal, pelaksanaan program ini dikawal langsung oleh para ahli dan penggerak di lapangan. Tim yang terlibat aktif meliputi:
  • Ahli Gizi Puskesmas Halaban untuk memastikan standar nutrisi.
  • Ketua TP-PKK Nagari Ampalu sebagai penggerak komunitas.
  • Kader Posyandu yang bertugas melakukan pendampingan, pemantauan harian, serta memastikan paket makanan dikonsumsi langsung oleh balita sasaran.
Apresiasi dan Harapan untuk Generasi Masa Depan
Program ini mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Dira Wahyuni, salah seorang wali balita penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, dukungan, dan kerja sama sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga bantuan ini membawa manfaat bagi tumbuh kembang anak-anak kami," ujar Dira.
Senada dengan hal tersebut, Ahli Gizi Puskesmas Halaban, Era Yanti, S.Gz, berharap program ini mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap perbaikan status gizi anak-anak di wilayah tersebut.
"Melalui Program Kampung Zakat ini, diharapkan status gizi balita penerima manfaat dapat meningkat, angka stunting di Nagari Ampalu terus menurun, serta lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas," tutur Era.
Kampung Zakat: Solusi Multi-Sektor Bagi Masyarakat
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota, H. Eri Iswandi, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang solid ini. Menurutnya, esensi Kampung Zakat kini telah meluas ke ranah kesehatan.
"Kampung Zakat tidak hanya berorientasi pada pemberdayaan ekonomi umat, tetapi juga hadir untuk menjawab persoalan sosial dan kesehatan masyarakat. Program pemenuhan gizi bagi balita stunting ini merupakan bentuk nyata kepedulian bersama dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas," ungkap H. Eri.
Ia juga berharap agar sinergi antara LAZ BSI Maslahat, Pemerintah Nagari, Puskesmas, dan seluruh elemen masyarakat ini bisa terus berlanjut. Targetnya, Kampung Zakat Nagari Ampalu dapat menjadi contoh sukses kolaborasi dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, sejahtera, dan berdaya.
Selain fokus pada penanganan stunting, Kampung Zakat Nagari Ampalu mencatat rekam jejak yang produktif melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya yang mencakup bidang pendidikan, ekonomi, sosial, hingga dakwah.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....