UNICEF Soroti Rendahnya Capaian Imunisasi Bukittinggi 2026

  • 22 Mei 2026 08:00 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - UNICEF mencatat capaian imunisasi di Sumatera Barat hingga Mei 2026 baru mencapai 10,91 persen, jauh di bawah target yang seharusnya telah mencapai 35,42 persen pada April 2026.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius seluruh pihak guna mendorong terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Koordinator Imunisasi Zero Dose UNICEF Perwakilan Sumbar-Riau Hermansyah,SKM.M.Kes pada Pertemuan Penguatan imunisasi Dan Zero Dose Kota Bukittinggi Tahun 2026 yang digelar Jumat (22/5/2026) pagi di Hotel Grand Bunda Bukittinggi.

Kegiatan dibuka Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi, drg. Meilinda Irianti Putri,SKM mewakili Kepala DKK Bukittinggi.

Hermansyah mengatakan peningkatan capaian imunisasi di Kota Bukittinggi perlu melibatkan seluruh lintas sektoral dan dipimpin langsung oleh kepala daerah agar program berjalan lebih efektif.

“Alangkah baiknya peningkatan capaian imunisasi di Bukittinggi dilakukan bersama seluruh lintas sektoral dengan dipimpin langsung kepala daerah,” ujar Hermansyah

Menurut Hermansyah yang berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), monitoring program imunisasi tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala puskesmas maupun tenaga imunisasi semata, tetapi juga melibatkan peran lintas sektoral dalam mencari solusi apabila terjadi penolakan imunisasi di masyarakat.

Ia menambahkan, UNICEF bersama mitra pembangunan terus mendorong peningkatan capaian imunisasi di daerah, termasuk memberikan dukungan dalam bidang advokasi hukum guna memperkuat pelaksanaan program imunisasi.

“UNICEF akan terus memberikan dukungan peningkatan capaian imunisasi, termasuk dalam bidang advokasi hukum,” katanya.

Sementara itu, Kabid P2P DKK Bukittinggi drg. Meilinda Irianti Putri,M.KM menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari koordinasi dan penguatan pencegahan penyakit melalui imunisasi, sekaligus evaluasi terhadap capaian imunisasi di Kota Bukittinggi.

Menurutnya, penginputan data imunisasi secara maksimal juga menjadi perhatian penting agar capaian yang ada dapat terlaporkan dengan baik.

“Kami sangat paham aplikasi di imunisasi sangat banyak, untuk itu kami meminta informasi yang maksimal di BPM,”jelas Meilinda.

Kegiatan serupa juga dijadwalkan kembali berlangsung pada Sabtu (23/5/2026) dengan peserta para kader Puskesmas di Kota Bukittinggi guna memperkuat edukasi dan koordinasi pelaksanaan imunisasi di lapangan. (JM /RRI BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....