El Nino dan Ancaman Karhutla, Apa yang Bisa Dilakukan untuk Masyarakat?

  • 22 Agt 2026 18:38 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Fenomena El Niño kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.

Pada 21 Agustus 2026, BMKG mencatat 535 Zona Musim atau 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Curah hujan kategori rendah mendominasi 90,79 persen wilayah, sementara 87,28 persen wilayah mengalami hujan bawah normal.

Kondisi tersebut diperkuat perkembangan El Niño yang telah mencapai intensitas sangat kuat.

BMKG menyatakan kondisi ini turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Risiko karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam kebakaran.

Masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah munculnya api, terutama ketika kondisi lingkungan semakin kering.

Langkah sederhana dapat dimulai dengan tidak membakar sampah atau membuka lahan menggunakan api.

Masyarakat juga perlu memastikan puntung rokok dan bahan mudah terbakar tidak dibuang sembarangan.

Warga yang tinggal dekat kawasan hutan dan lahan gambut perlu meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Jika melihat asap atau titik api, masyarakat sebaiknya segera melaporkan kondisi tersebut kepada pihak berwenang.

BMKG sebelumnya mengingatkan risiko karhutla meningkat sejak Juli dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026.

Wilayah berisiko tinggi terutama berada di Sumatera dan Kalimantan.

Selain mencegah kebakaran, masyarakat juga perlu menghemat penggunaan air selama periode kemarau.

Persediaan air sebaiknya digunakan secara bijak untuk kebutuhan rumah tangga dan kegiatan penting lainnya.

Dampak karhutla juga dapat dirasakan melalui penurunan kualitas udara dan meningkatnya paparan asap.

BMKG mengingatkan kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut.

Karena itu, masyarakat perlu memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi.

Kesiapsiagaan sejak dini dapat membantu masyarakat mengambil tindakan sebelum kebakaran meluas.

Pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Kesadaran menjaga lingkungan menjadi langkah penting untuk menghadapi ancaman El Niño secara bersama-sama.

Dengan kewaspadaan dan tindakan sederhana, masyarakat dapat membantu mengurangi risiko karhutla.

Menjaga hutan dan lahan berarti menjaga kualitas udara, kesehatan, serta keselamatan bersama. (APS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....