Faktor Risiko Nyeri saat Melakukan Olahraga Tertentu
- 21 Jul 2026 08:16 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Olahraga merupakan aktivitas yang bermanfaat untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Namun, jika dilakukan tanpa teknik yang benar atau persiapan yang memadai, beberapa jenis olahraga dapat memicu nyeri pada otot, sendi, maupun ligamen.
Risiko ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kurangnya pemanasan, intensitas latihan yang berlebihan, penggunaan peralatan yang tidak sesuai, hingga kondisi fisik tertentu.
Dengan memahami faktor-faktor risiko tersebut, setiap orang dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat agar tetap dapat berolahraga dengan aman, nyaman, dan terhindar dari cedera.
Dikutip dari alodokter berikut beberapa faktor umum yang dapat menyebabkan nyeri saat olahraga, beserta kondisi yang bisa meningkatkan risikonya :
1. Gerakan olahraga yang tidak tepat
| Baca juga: Olahraga Ringan untuk Gaya Hidup Sehat |
Nyeri saat melakukan olahraga tertentu paling sering disebabkan oleh gerakan olahraga yang tidak tepat. Gerakan yang salah saat berolahraga, seperti posisi kaki atau tangan yang kurang benar, dapat memberi tekanan berlebih pada otot dan sendi, sehingga menimbulkan nyeri pada area tertentu.
Hal ini bisa terjadi saat Anda melakukan berbagai olahraga, seperti mengangkat beban, berlari, atau melakukan latihan baru tanpa bimbingan yang benar.
2. Kelelahan otot
Kelelahan otot terjadi ketika otot dipaksa bekerja melebihi kemampuannya, misalnya saat mengangkat barang berat, berlari jarak jauh untuk pertama kalinya, atau melakukan gerakan berulang, seperti menyapu atau mencangkul. Akibatnya, otot menjadi kaku, pegal, atau terasa nyeri, terutama jika tubuh belum terbiasa dengan jenis atau intensitas olahraga tersebut.
3. Kurang pemanasan
Kurangnya pemanasan sebelum melakukan olahraga juga bisa menjadi penyebab nyeri saat melakukan olahraga tertentu. Pemanasan penting untuk mempersiapkan otot dan sendi agar lebih lentur, sehingga tidak kaget saat melakukan olahraga. Saat Anda langsung berolahraga tanpa pemanasan, misalnya langsung lari setelah duduk lama, otot dan sendi menjadi lebih rentan tegang, kram, atau bahkan cedera.
4. Peningkatan intensitas olahraga secara tiba-tiba
Nyeri saat melakukan olahraga tertentu bisa disebabkan oleh adanya peningkatan intensitas olahraga secara tiba-tiba. Olahraga yang berlangsung lebih lama dari biasanya dapat menyebabkan robekan kecil pada otot. Bila tidak dilakukan secara bertahap, risiko nyeri otot dan cedera pun semakin meningkat.
5. Cedera
Cedera saat olahraga biasanya terjadi akibat gerakan mendadak, jatuh, atau penggunaan alat yang kurang tepat. Tanda-tandanya bisa berupa nyeri hebat, pembengkakan, dan keterbatasan gerak di bagian tubuh yang cedera.
Cedera dapat menyebabkan nyeri di area tertentu dan terkadang disertai bengkak, memar, atau sulit digerakkan. Jika dibiarkan atau dipaksa tetap beraktivitas, cedera dapat menjadi lebih parah.
6. Dehidrasi
Banyak orang yang kurang memerhatikan asupan cairan tubuh. Padahal, kekurangan cairan bisa menjadi penyebab nyeri saat melakukan olahraga tertentu. Saat tubuh kekurangan cairan, fungsi otot terganggu sehingga lebih mudah mengalami kram dan nyeri selama olahraga. Selain itu, dehidrasi juga dapat menyebabkan tubuh terasa lemas dan memperpanjang waktu pemulihan setelah beraktivitas.
7. Penggunaan perlengkapan olahraga yang tidak sesuai
Sepatu, pakaian, atau alat olahraga yang tidak sesuai bisa memperparah tekanan pada tubuh dan meningkatkan risiko terjadinya nyeri saat melakukan olahraga. Pastikan selalu memilih perlengkapan yang nyaman dan sesuai dengan jenis olahraga yang dilakukan.
8. Kondisi medis tertentu
Masalah kesehatan, seperti gangguan sendi, radang sendi (arthritis), atau riwayat cedera lama, dapat meningkatkan risiko nyeri saat melakukan olahraga. Pada penderita asam urat, misalnya, nyeri hebat bisa muncul tiba-tiba di persendian, seperti di jempol kaki atau pergelangan kaki saat melakukan olahraga tertentu. Selain itu, infeksi atau peradangan pada sendi juga dapat menyebabkan rasa sakit saat bergerak. (AKW/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....