Gangguan Kesehatan akibat Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji

  • 17 Jun 2026 08:59 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Makanan cepat saji menjadi pilihan banyak orang karena praktis, mudah ditemukan, dan memiliki cita rasa yang menggugah selera. Namun, di balik kemudahan tersebut, konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius.

Kandungan kalori, lemak jenuh, gula, dan garam yang tinggi dalam makanan jenis ini berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit, mulai dari obesitas hingga gangguan jantung. Oleh karena itu, penting untuk memahami dampak kesehatan yang dapat muncul akibat kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji agar dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Dikutip dari alodokter berikut ini adalah beberapa gangguan kesehatan akibat terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji :

1. Pertambahan berat badan

Makanan cepat saji mengandung kalori yang cukup tinggi, tetapi rendah serat. Hal ini berisiko menyebabkan peningkatan berat badan, terutama bila dikonsumsi secara berlebihan dan dalam jangka waktu panjang. Selain itu, makanan cepat saji juga diolah dengan gula tambahan dan mengandung lemak jenuh yang berkontribusi dalam pertambahan berat badan hingga memicu obesitas.

2. Kekurangan gizi

Kalori, lemak, gula, dan karbohidrat merupakan kandungan yang paling banyak ditemukan di dalam makanan cepat saji. Sayangnya, jenis makanan ini hampir tidak mengandung vitamin dan mineral. Konsumsi makanan ini saja tentu tidak dapat memenuhi asupan nutrisi sehari-hari.

Pada anak-anak, efek kekurangan gizi dapat menghambat tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, batasi konsumsi makanan cepat saji dan perbanyak konsumsi makanan bergizi untuk mencegah malnutrisi.

3. Gangguan pencernaan

Sebagian besar makanan cepat saji mengandung sedikit, bahkan tanpa serat. Tidak terpenuhinya kebutuhan serat dalam tubuh dapat memicu terjadinya gangguan pencernaan, misalnya sembelit. Kandungan garam yang tinggi di dalam makanan cepat saji juga dapat membuat perut terasa kembung atau begah setelah makan.

4. Gangguan fungsi otak

Sebuah studi mengungkapkan bahwa makanan cepat saji mengandung zat yang dapat memengaruhi perkembangan saraf selama masa remaja, sehingga menghambat proses belajar dan menerima materi.

Penelitian lain juga menyebutkan bahwa kandungan kalori yang tinggi pada makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko terjadinya demensia pada orang lanjut usia, terutama bila dikonsumsi secara berlebihan.

5. Diabetes

Konsumsi makanan cepat saji dipercaya dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Jenis makanan ini memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi yang akan dilepaskan menjadi glukosa ke dalam darah. Akibatnya, kadar gula dalam darah akan meningkat. Bila dikonsumsi dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu kerja hormon insulin dan meningkatkan risiko terjadinya diabetes.

6. Penyakit jantung

Penyebab utama penyakit jantung dan stroke adalah konsumsi makanan tinggi kolesterol. Makanan cepat saji merupakan salah satu sumber lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Selain itu, makanan cepat saji memiliki kandungan garam yang melebihi batas konsumsi harian Anda, sehingga dapat meningkatkan tekanan darah dan beban kerja jantung.

7. Gangguan pernapasan

Sebelumnya telah disebutkan bahwa konsumsi makanan cepat saji secara berlebih dapat meningkatkan berat badan. Seseorang yang memiliki berat badan berlebih berisiko mengalami gangguan pernapasan, termasuk sesak napas dan asma.

Berat badan yang berlebih juga dapat memberikan tekanan pada jantung dan paru-paru. Hal ini dapat terlihat ketika seseorang mengalami sesak napas meski hanya berjalan, menaiki tangga, atau berolahraga.

8. Gigi mudah rusak

Kandungan karbohidrat dan gula dalam makanan cepat saji dapat meningkatkan produksi asam di mulut. Meningkatnya produksi asam ini bisa merusak enamel gigi. Kondisi ini memungkinkan bakteri bertahan di mulut dan menyebabkan gigi berlubang.

9. Kanker

Konsumsi makanan tidak sehat, termasuk makanan cepat saji, secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Jenis makan ini dapat memicu rusaknya sel-sel sehat dalam tubuh yang lambat laun dapat berkembang menjadi sel kanker. (AKW/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....