Dampak Kelebihan Makan Nasi bagi Kesehatan Tubuh
- 18 Mei 2026 12:52 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Mengonsumsi nasi terlalu banyak bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan, apalagi kalau tidak diimbangi dengan makanan bergizi lain dan aktivitas fisik yang cukup. Nasi memang sumber energi utama karena mengandung karbohidrat tinggi, tapi kalau kebanyakan justru bisa membuat asupan kalori berlebihan. Kalau kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar, berat badan bisa naik dan berisiko menyebabkan obesitas.
Selain itu, terlalu sering makan nasi putih dalam jumlah besar juga bisa membuat gula darah naik dengan cepat. Ini terjadi karena nasi putih memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi, sehingga gula dalam darah lebih cepat meningkat setelah makan. Kalau dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2, terutama bagi yang kurang aktif bergerak atau punya riwayat keluarga dengan diabetes.
| Baca juga: Jejak Nutrisi dari Laut ke Meja Makan |
Banyak juga orang yang merasa mengantuk dan lemas setelah makan nasi dalam porsi besar. Hal ini karena tubuh memproses karbohidrat dan memengaruhi hormon yang membuat tubuh terasa lebih rileks. Akibatnya, setelah makan berat, terutama siang hari, rasa kantuk jadi lebih mudah muncul.
Kalau kebanyakan makan nasi, keseimbangan gizi juga bisa terganggu. Soalnya, perut jadi lebih “terisi” oleh nasi, sehingga porsi lauk seperti protein, sayur, dan buah jadi berkurang. Padahal tubuh butuh asupan gizi yang lengkap supaya tetap sehat dan bertenaga.
Dampak lainnya, konsumsi nasi berlebihan bisa membuat lemak lebih mudah menumpuk, terutama di area perut. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit seperti tekanan darah tinggi dan gangguan jantung.
Bagi penderita diabetes, kebiasaan makan nasi berlebihan tentu perlu lebih diwaspadai. Gula darah bisa jadi sulit terkontrol dan memicu berbagai komplikasi kesehatan. Karena itu, biasanya dianjurkan untuk mengurangi porsi nasi dan memilih sumber karbohidrat yang lebih tinggi serat seperti nasi merah.
Makan nasi terlalu banyak di malam hari juga kurang disarankan. Saat malam, aktivitas tubuh menurun sehingga energi dari makanan tidak banyak digunakan dan lebih mudah disimpan menjadi lemak.
Meski begitu, nasi tetap penting sebagai sumber energi utama. Yang paling penting adalah mengatur porsinya dengan bijak, menyeimbangkan dengan sayur dan protein, serta menjaga gaya hidup aktif agar tubuh tetap sehat dan bugar. (DEP/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....