Kapan Nasi Dianggap Berbahaya?Dan Tidak Baik untuk Dikonsumsi?

  • 23 Apr 2026 17:49 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Nasi bisa dianggap berbahaya bukan karena jenis makanannya, tetapi karena cara penyimpanan dan pengolahannya yang kurang tepat. Nasi yang sudah dimasak dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri Bacillus cereus, terutama jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Memanaskan nasi berulang kali sebenarnya tidak dianjurkan, meskipun bukan langsung berbahaya jika dilakukan dengan benar. Masalah utamanya bukan pada proses pemanasannya, tetapi pada cara penyimpanan nasi sebelum dipanaskan kembali.

Nasi menjadi berisiko ketika dibiarkan lebih dari sekitar 2–4 jam di suhu ruangan tanpa penutup yang baik. Dalam kondisi ini, bakteri dapat berkembang dan menghasilkan racun yang tidak hilang meskipun nasi dipanaskan kembali. Selain itu, nasi yang disimpan di kulkas tetapi terlalu lama (lebih dari 1–2 hari) juga bisa mengalami penurunan kualitas dan berpotensi tidak aman dikonsumsi. Apalagi jika dipanaskan berulang kali, kandungan gizinya menurun dan risiko kontaminasi meningkat.

Ciri-ciri nasi yang sudah tidak layak makan antara lain berbau asam, teksturnya lembek atau berlendir, dan rasanya berubah. Jika sudah seperti itu, sebaiknya nasi tidak dikonsumsi. Nasi yang sudah dimasak bisa mengandung bakteri Bacillus cereus. Jika nasi dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, bakteri ini dapat berkembang dan menghasilkan racun. Yang perlu diingat, racun tersebut tidak hilang meskipun nasi dipanaskan kembali, jadi memanaskan berulang kali tidak membuatnya aman.

Kalau nasi ingin dipanaskan kembali, sebaiknya:

  • Simpan nasi di kulkas maksimal dalam 1–2 jam setelah matang

  • Ambil secukupnya saja saat ingin dimakan

  • Panaskan hanya sekali hingga benar-benar panas merata

Memanaskan nasi berulang kali juga bisa membuat teksturnya kering, rasanya menurun, dan nilai gizinya berkurang.Jadi, nasi dianggap berbahaya ketika disimpan terlalu lama, tidak higienis, atau sudah menunjukkan tanda-tanda basi, sehingga penting untuk memperhatikan cara penyimpanan agar tetap aman dikonsumsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....