UNP dan BBPOM Edukasi Kosmetik Aman Siswa Bagi SMAN 1 Singkarak
- 24 Agt 2026 08:23 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Kab Solok - Universitas Negeri Padang (UNP) melalui skema Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SMA Negeri 1 X Koto Singkarak, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat edukasi mengenai kosmetik yang aman dan bebas dari bahan berbahaya, sekaligus memberikan pemahaman kepada para siswa tentang cara mengenali, memilih, dan menguji produk kosmetik yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa yang seluruhnya dilaksanakan oleh siswa-siswi SMAN 1 X Koto Singkarak.

Ketua Tim Pengabdian UNP, apt. Della Rosalynna Stiadi, M.Farm, dalam sambutannya mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Program ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya siswa SMA Negeri 1 X Koto Singkarak, di tengah maraknya peredaran kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan dapat merugikan kesehatan,” ujarnya.
| Baca juga: Kampanye Halal Lanjutan: Sukseskan WHO 2026 |
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 1 X Koto Singkarak, Patrimon, S.Pd., M.Pd., yang diwakili Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Kepala sekolah berhalangan hadir karena menjalankan kegiatan lain yang tidak dapat diwakilkan.
Setelah sesi foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta terhadap materi yang akan diberikan. Hasilnya menunjukkan secara umum para peserta telah memiliki pemahaman yang cukup terhadap sejumlah pertanyaan yang diberikan.
Materi pertama disampaikan Drs. Asrianto, Apt., MM dari BBPOM Padang dengan tema “Kosmetik Aman dan Bebas Bahan Berbahaya.”
Dalam pemaparannya, Asrianto meluruskan anggapan bahwa kosmetik hanya berkaitan dengan perempuan. Sebagian peserta laki-laki sebelumnya mengaku tidak menggunakan kosmetik.
Namun, setelah diberikan penjelasan mengenai definisi kosmetik, para siswa memahami bahwa kosmetik merupakan produk yang digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, serta dari berbagai usia.
Produk seperti sabun, pasta gigi, parfum hingga lipstik termasuk produk yang digunakan untuk membersihkan, merawat, melindungi maupun menunjang penampilan.
Peserta juga diberikan pemahaman bahwa kosmetik bukan obat. Di sisi lain, masih ditemukan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, antara lain merkuri, hidrokuinon, asam retinoat dan Rhodamin B yang penggunaannya secara ilegal dapat membahayakan kesehatan.
Materi kedua disampaikan Dr. Riga, S.Pd., M.Si., yang membahas pengujian produk kosmetik sekaligus pembuatan poster edukasi kosmetik.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai dampak penggunaan merkuri dan hidrokuinon pada kosmetik. Para siswa juga diajak melakukan pengujian sederhana untuk melihat reaksi yang terjadi apabila suatu produk kosmetik mengandung merkuri ketika direaksikan dengan reagen penguji.
Menariknya, para siswa membawa produk kosmetik yang mereka gunakan untuk dilakukan pengujian. Dari pengujian sederhana yang dilakukan dalam kegiatan tersebut, tidak ditemukan produk peserta yang menunjukkan adanya kandungan bahan berbahaya yang diuji.
Kegiatan semakin interaktif karena siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengujian dan edukasi.
Di akhir kegiatan, Tim Pengabdian UNP menyerahkan sejumlah media edukasi kepada pihak sekolah, berupa banner, leaflet dan media informasi lainnya untuk dimanfaatkan dalam kegiatan edukasi siswa secara berkelanjutan.
Sementara itu, pihak BBPOM Padang turut menyerahkan bahan edukasi kepada sekolah, antara lain materi Cek KLIK serta informasi mengenai Obat-Obat Tertentu (OOT).
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin kritis dalam memilih produk kosmetik dan tidak mudah tergiur dengan produk yang menawarkan hasil instan. Edukasi juga diharapkan dapat mendorong siswa menjadi agen informasi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya dalam memilih produk yang aman.
Program Pengabdian UNP Berdampak tersebut menjadi salah satu bentuk nyata sinergi perguruan tinggi, sekolah dan BBPOM dalam meningkatkan literasi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai keamanan kosmetik dan perlindungan kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....