Guru Penentu Peradaban: Pendidik Harus Perkuat Intelektual dan Spritual

  • 10 Sep 2026 19:49 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Peradaban bangsa berada di tangan para guru. Guru tidak hanya memiliki tanggung jawab mencerdaskan peserta didik secara intelektual, tetapi juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter, akhlak dan masa depan generasi bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan, saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pelatihan dan Lokakarya Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dan Guru yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bukittinggi Bertempat di Hotel Campago Bukittinggi Kamis, 10 September 2026.

Dalam sambutannya, H. Irwan mengapresiasi PGRI Kota Bukittinggi yang terus berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan dalam rangka meningkatkan kompetensi para pendidik. Menurutnya, peningkatan kapasitas guru merupakan sebuah ikhtiar penting dalam membangun peradaban sekaligus melahirkan generasi yang cerdas, hebat, berkarakter dan berakhlak mulia.

"Guru memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Melalui tangan para guru akan lahir generasi yang memiliki ilmu pengetahuan, karakter dan akhlak yang baik. Karena itu, kompetensi guru harus terus ditingkatkan," ungkap H. Irwan.

Kakan Kemenag Kota Bukittinggi itu juga menyampaikan bahwa profesi guru memiliki keistimewaan tersendiri karena memberikan keuntungan tidak hanya di dunia, tetapi juga sebagai bekal di akhirat.

Di dunia, seorang guru akan terus berkembang melalui ilmu pengetahuan yang dimilikinya serta mendapatkan penghargaan atas pengabdiannya. Sementara di akhirat, ilmu yang diajarkan dan memberikan manfaat akan menjadi amal yang terus mengalir.

"Profesi guru memiliki keuntungan dunia dan akhirat. Ilmu yang kita berikan dan bermanfaat bagi orang lain akan menjadi bagian dari amal jariyah. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, ketika seseorang meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga perkara, salah satunya ilmu yang bermanfaat," jelasnya.

Lebih lanjut, H. Irwan menegaskan bahwa kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidiknya. Ia mengajak seluruh peserta untuk mengambil pelajaran dari semangat suatu bangsa yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun kembali peradaban.

"Peradaban bangsa berada di tangan para guru. Karena itu, jangan pernah meremehkan peran seorang guru. Ketika pendidikan diperkuat, maka masa depan bangsa juga akan semakin kuat," tegasnya.

Tidak hanya peningkatan kemampuan akademik, H. Irwan juga mengingatkan pentingnya penguatan nilai-nilai agama dan akhlak bagi para pendidik. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan kecerdasan spiritual dan kematangan emosional.

"Kita tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati, karakter dan akhlak. Otak harus berjalan bersama hati agar manusia mampu mengendalikan keinginan dan tidak mudah dikuasai oleh hawa nafsu," tambahnya.

H. Irwan mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensi keilmuan sekaligus menjadikan diri sebagai teladan, tidak hanya bagi peserta didik di sekolah, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat.

Menurutnya, keteladanan merupakan bagian penting dari profesi guru. Apa yang dilakukan dan ditampilkan oleh seorang guru akan menjadi pembelajaran nyata bagi generasi yang di didiknya.

"Teruslah belajar, tingkatkan kompetensi dan jadilah teladan. Guru bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga mendidik dengan sikap, perilaku dan keteladanan. Dari sanalah akan lahir generasi cerdas yang berkarakter dan berakhlak," pungkas H. Irwan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PGRI Kota Bukittinggi, H. Heru Triastanawa, unsur Cabang Dinas Pendidikan wilayah 1, Dinas Pendidikan serta para kepala sekolah dan guru se-Kota Bukittinggi.

Ketua PGRI Bukittinggi, H. Heru Triastanawa berharap, melalui Pelatihan dan Lokakarya tersebut mampu meningkatkan kompetensi para kepala sekolah dan guru di Kota Bukittinggi.

"Melalui kegiatan ini diharapkan kompetensi kepala sekolah dan guru semakin meningkat serta mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang, tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter, agama dan akhlak sebagai fondasi utama dalam membangun generasi masa depan," harapnya. (Andreas)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....