MTI Kapau Perkuat Pembelajaran Berbasis Cinta dan AI Digital

  • 29 Jul 2026 13:44 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Agam - Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Kapau menggelar workshop bertajuk "Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Menggunakan Artificial Intelligence (AI)" di Aula MTI Kapau, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh majelis guru sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi perkembangan teknologi di era digital.

Workshop dibuka secara resmi oleh H. Yunaldi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya lembaga pendidikan Islam beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepesantrenan.

"Pesantren harus mampu menjawab tantangan zaman dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, namun tetap berpegang pada nilai-nilai akhlak dan karakter yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren," ujarnya.

Pembukaan workshop juga dihadiri Ketua Umum Yayasan MTI Kapau, Zulfadli, serta para kepala sekolah tingkat SD dan SMP se-Nagari Kapau.

Pada sesi pertama, Pengawas Madrasah Kabupaten Agam, Febrial, memaparkan materi mengenai implementasi kurikulum berbasis cinta. Menurutnya, pendekatan tersebut menempatkan empati, kasih sayang, serta hubungan humanis antara guru dan peserta didik sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.

Ia menjelaskan bahwa lingkungan belajar yang dibangun dengan rasa saling menghargai dan kepedulian akan membantu peserta didik berkembang secara akademik maupun karakter.

Sementara itu, sesi kedua menghadirkan Dr. Supriadi yang membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.

Dalam paparannya, Dr. Supriadi menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk membantu guru menyusun perangkat pembelajaran, mempercepat pekerjaan administrasi, hingga mendukung penyusunan evaluasi pembelajaran yang lebih adaptif. Namun demikian, ia menegaskan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan peran guru sebagai pendidik.

"AI merupakan alat bantu untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Sentuhan, keteladanan, dan bimbingan guru tetap menjadi unsur utama dalam pendidikan," katanya.

Melalui workshop ini, MTI Kapau berupaya mengintegrasikan pendekatan pembelajaran yang humanis dengan pemanfaatan teknologi digital. Sinergi antara kurikulum berbasis cinta dan kecerdasan buatan diharapkan mampu melahirkan tenaga pendidik yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam mendidik generasi penerus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....