Teknologi Mengubah Pendidikan, Guru SMP Bukittinggi Didorong Berinovasi
- 08 Sep 2026 11:24 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Transformasi pendidikan di era digital tidak lagi sekadar pilihan, tetapi telah menjadi sebuah keharusan. Guru dituntut tidak hanya mampu menguasai teknologi, tetapi juga kreatif memanfaatkannya untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, efektif, dan relevan bagi peserta didik.
Semangat tersebut mengemuka dalam Workshop Peningkatan Pemanfaatan dan Optimalisasi Digitalisasi dalam Mendukung Transformasi Pembelajaran dan Tata Kelola Sekolah SMP Negeri dan Swasta Kota Bukittinggi, yang berlangsung di Aula Lantai I Kantor Balai Kota Bukittinggi, kawasan Bukik Gulai Bancah.

Kegiatan ini diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bukittinggi bekerja sama dengan MGMP SMP Kota Bukittinggi serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bukittinggi.

Workshop tersebut menjadi ruang bagi para guru, khususnya guru Informatika dan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), untuk memperbarui pengetahuan sekaligus memperkuat kompetensi dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan yang bergerak begitu cepat.
Mewakili Kepala Disdikbud Kota Bukittinggi, Korwas SMP Kota Bukittinggi Maswardi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas inisiatif MGMP dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, peningkatan kompetensi guru harus dilakukan secara berkelanjutan. Guru tidak boleh berhenti belajar karena perkembangan teknologi terus menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru dalam dunia pendidikan.
| Baca juga: Alat Musik Elektrik Serba Digital Masa Kini |
“Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi, meng-update dan meng-upgrade kemampuan guru. Ini juga menjadi sebuah terobosan yang dilakukan MGMP,” ujarnya.
Ia mengibaratkan semangat tersebut dengan pepatah Minangkabau, “Usang-usang diperbarui, lapuk-lapuk dikajangi.”
Pepatah itu, menurut Maswardi, sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini. Pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki guru perlu terus diperbarui agar tetap mampu menjawab kebutuhan zaman.
“Guru-guru Informatika kita memiliki growth mindset. Ini memang kita perlukan. Kita juga berterima kasih kepada Diskominfo yang telah memfasilitasi kegiatan ini,” katanya.
Maswardi menegaskan, digitalisasi pendidikan pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang penggunaan perangkat teknologi, aplikasi, atau jaringan internet. Lebih jauh, digitalisasi harus mampu mengubah cara guru mengajar dan cara peserta didik belajar.
Teknologi harus menjadi sarana untuk membuka ruang pembelajaran yang lebih luas, kolaboratif, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan generasi saat ini.
“Digitalisasi dalam pendidikan merupakan suatu keharusan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Bukittinggi Asrar Fernando mengatakan, pihaknya terus berupaya menjembatani kebutuhan digitalisasi pemerintahan, termasuk dalam sektor pendidikan.
Menurutnya, penguatan ekosistem digital pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, dan berbagai pemangku kepentingan agar transformasi digital benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, Diskominfo sebelumnya telah melakukan penguatan infrastruktur konektivitas sebagai bagian dari penerapan kebijakan pemerintah terkait digitalisasi.
“Infrastruktur koneksi jaringan sudah kita lakukan. Dari Diskominfo, kita juga memiliki kewajiban meningkatkan bandwidth, termasuk hosting,” jelasnya.
Namun, Asrar menekankan bahwa infrastruktur saja tidak cukup.
Ketersediaan jaringan internet dengan kapasitas yang memadai harus diiringi dengan kemampuan sumber daya manusia dalam memanfaatkannya. Karena itu, inovasi dan peningkatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan digital.
“Dalam pembelajaran digitalisasi dibutuhkan inovasi. Untuk itu perlu kolaborasi,” ujarnya.
Workshop ini pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata. Pengetahuan yang diperoleh para guru diharapkan dapat diterapkan secara nyata di sekolah masing-masing, sehingga teknologi benar-benar hadir untuk memperkaya proses pembelajaran.
Pada akhirnya, digitalisasi pendidikan bukan tentang menggantikan peran guru dengan teknologi. Sebaliknya, teknologi diharapkan menjadi alat yang memperkuat peran guru dalam mendampingi peserta didik menemukan, mengembangkan, dan memanfaatkan pengetahuan.
Dengan guru yang terus belajar, infrastruktur digital yang terus diperkuat, serta kolaborasi lintas sektor yang semakin solid, Kota Bukittinggi terus bergerak membangun pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Sebab di tengah derasnya arus teknologi, guru yang mau terus belajar adalah kunci agar peserta didik tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi generasi yang kreatif, kritis, dan inovatif. (JM/RRi BKT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....