Konsep Ruang Belajar Terbuka tanpa Sekat Dinding
- 30 Agt 2026 20:30 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Desain ruang kelas konvensional yang tertutup sering kali memisahkan anak dari dinamika kehidupan nyata di sekitarnya. Sekolah alam mengusung konsep tempat belajar tanpa dinding fisik untuk menjaga kepekaan sosial peserta didik.
Nurza Febrianto, Direktur Pendidikan Sekolah Alam Bukittinggi pada program Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif (SABAI) di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi, mengungkapkan bahwa Anak-anak dapat menyaksikan langsung aktivitas para petani dan keindahan alam sekitar saat proses belajar berlangsung.
“Sekolah tidak bisa mencerabut anak-anak dari lingkungan sekitarnya dalam persiapan menuju masyarakat,” terangnya.
Interaksi langsung dengan lingkungan sekitar melatih anak agar tidak merasa canggung dengan kondisi dunia nyata di luar. Suasana belajar yang terbuka justru memperkaya persepsi dan daya tangkap peserta didik terhadap mata pelajaran.
Para guru dapat mengintegrasikan fenomena di lapangan langsung menjadi topik diskusi ilmu pengetahuan yang menarik.
“Pembelajaran terasa lebih hidup karena anak mengamati dan merasakan objek yang dipelajari secara konkret,” jelasnya.
Nurza menyampaikan, proses edukasi semacam ini menghapuskan eksklusivitas sekolah yang kerap mengisolasi siswa dari lingkungan tempat mereka tinggal. Lingkungan masyarakat dijadikan sebagai sumber referensi utama yang siap digali kapan saja oleh para murid.
Belajar tanpa dinding sekat mendidik siswa menjadi pribadi yang luwes dan peka terhadap isu sosial di sekitarnya. Konsep ini membuktikan bahwa ruang belajar ideal adalah ruang yang menyatu harmoni bersama alam sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....