Informasi Viral Belum Tentu Benar, Cara Cerdas Menyaring Berita Online

  • 23 Agt 2026 20:37 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Informasi dapat menyebar sangat cepat melalui media sosial dan berbagai platform digital.

Namun, informasi yang viral belum tentu memiliki kebenaran atau sumber yang dapat dipercaya.

Kementerian Komunikasi dan Digital masih menemukan berbagai informasi hoaks yang beredar sepanjang 2026.

Pada Agustus 2026, sejumlah klaim palsu bahkan mengatasnamakan pemerintah dan lembaga resmi.

Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum mempercayai informasi viral.

Kecepatan membagikan informasi sebaiknya tidak mengalahkan kebiasaan memeriksa kebenarannya.

Langkah pertama adalah membaca informasi secara utuh dan tidak hanya melihat judul.

Kementerian Komunikasi dan Digital mengingatkan masyarakat mewaspadai judul yang provokatif.

Pembaca juga perlu memeriksa sumber informasi dan alamat situs yang digunakan.

Informasi dari sumber tidak jelas sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai fakta.

Langkah berikutnya adalah membandingkan informasi dengan pemberitaan dari media terpercaya.

Periksa pula keterangan dari lembaga resmi jika informasi berkaitan dengan kebijakan pemerintah.

Masyarakat juga dapat melakukan pencarian menggunakan kata kunci utama dari informasi tersebut.

Cara ini membantu menemukan berita pembanding atau klarifikasi terhadap informasi yang sedang viral.

UNESCO menilai literasi media dan informasi penting untuk menghadapi misinformasi serta disinformasi.

Kemampuan tersebut membantu masyarakat menjadi pengguna informasi yang lebih kritis.

Foto dan video juga tidak boleh langsung dianggap sebagai bukti sebuah peristiwa.

Perkembangan teknologi memungkinkan gambar, suara, dan video dimanipulasi atau dibuat menggunakan kecerdasan buatan.

Masyarakat perlu memperhatikan tanggal, lokasi, konteks, dan sumber asli sebuah konten.

Konten lama sering kali kembali beredar dengan narasi baru yang berbeda dari kejadian sebenarnya.

Kementerian Komunikasi dan Digital menyediakan kanal khusus untuk memeriksa berbagai informasi yang terindikasi hoaks.

Kanal tersebut memuat klarifikasi terhadap beragam klaim yang beredar di masyarakat.

Jika informasi belum terbukti benar, sebaiknya jangan langsung diteruskan kepada orang lain.

Menahan diri beberapa menit untuk melakukan verifikasi dapat mencegah penyebaran informasi keliru.

Kebiasaan memeriksa fakta juga penting sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi digital.

Terutama ketika informasi tersebut berkaitan dengan kesehatan, keuangan, keamanan, atau kebijakan publik.

UNESCO menyebut kemampuan menilai informasi yang terpercaya semakin penting seiring berkembangnya media digital.

Literasi informasi membantu masyarakat menghadapi berbagai bentuk informasi palsu secara lebih kritis.

Pada akhirnya, menjadi pengguna internet yang cerdas bukan berarti harus mempercayai semua informasi.

Masyarakat perlu membiasakan diri membaca, memeriksa, membandingkan, kemudian membagikan informasi yang telah terverifikasi. (APS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....