Anak Muda dan Literasi Digital, Kunci Hadapi Era Informasi
- 24 Agt 2026 08:20 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Anak muda menjadi kelompok yang dekat dengan perkembangan teknologi dan arus informasi digital. Kondisi tersebut membuat literasi digital semakin penting dalam kehidupan sehari-hari.
Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat penggunaan internet Indonesia terus berkembang pesat. Pemerintah menyebut pengguna internet telah mencapai sekitar 221,6 juta orang pada 2024.
Besarnya jumlah pengguna internet menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Informasi dapat diperoleh dengan cepat, tetapi kebenarannya tetap perlu diperiksa.
Kementerian Komdigi menegaskan algoritma media sosial dapat membentuk persepsi masyarakat. “Literasi digital jadi benteng hadapi disinformasi,” kata Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria.
Kemampuan literasi digital membantu anak muda memahami informasi sebelum mempercayai atau membagikannya. Sikap kritis diperlukan untuk membedakan fakta, opini, misinformasi, dan disinformasi.
Data Indeks Masyarakat Digital Indonesia 2025 menunjukkan skor nasional mencapai 44,53. Angka tersebut meningkat dibandingkan skor 43,34 pada 2024.
| Baca juga: Penguatan Pola Asuh di Hari Anak Nasional |
Peningkatan tersebut menunjukkan kemampuan digital masyarakat terus berkembang. Namun, keterampilan menggunakan teknologi perlu diiringi kemampuan memahami risiko ruang digital.
Kementerian Komdigi menyebut peningkatan penggunaan media sosial juga membawa risiko hoaks, perundungan siber, dan penipuan daring. Risiko tersebut membuat edukasi literasi digital semakin diperlukan bagi generasi muda.
Anak muda dapat membangun kebiasaan sederhana untuk menghadapi derasnya informasi digital. Memeriksa sumber, membandingkan informasi, dan membaca secara utuh menjadi langkah penting.
Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap informasi yang memancing emosi atau menawarkan keuntungan tidak masuk akal. Informasi semacam itu sebaiknya diverifikasi melalui sumber resmi sebelum dibagikan.
Literasi digital bukan hanya kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi. Kemampuan tersebut juga mencakup pemahaman, tanggung jawab, etika, dan kecakapan menggunakan informasi.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan literasi mencakup kemampuan memahami, merefleksikan, dan menyampaikan gagasan. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi lingkungan informasi yang semakin kompleks.
Generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan produktif. Mereka dapat menggunakan teknologi untuk belajar, berkarya, berwirausaha, serta menyebarkan informasi positif.
Era informasi membutuhkan generasi yang tidak hanya cepat menerima informasi. Anak muda juga harus mampu berpikir kritis, memeriksa fakta, dan bertanggung jawab terhadap setiap unggahan.
Dengan literasi digital yang kuat, teknologi dapat menjadi sarana memperluas pengetahuan dan menciptakan peluang. Anak muda pun dapat menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat digital Indonesia yang cerdas dan berdaya. (APS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....