Anak dan Gadget di Era Digital, Kapan Penggunaan Teknologi Setiap Hari
- 23 Agt 2026 20:35 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Penggunaan gadget sudah menjadi bagian dari kehidupan anak di era digital saat ini.
Teknologi dapat membantu belajar, berkomunikasi, dan mendapatkan hiburan jika digunakan secara tepat.
Namun, penggunaan gadget setiap hari tetap membutuhkan batasan dan pendampingan dari orang tua.
American Academy of Pediatrics menyebut batas waktu perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak.
AAP menyebut penggunaan hiburan dapat dibatasi kurang dari satu jam untuk balita dan anak prasekolah.
Untuk anak sekolah dan remaja, penggunaan hiburan dapat berkisar satu hingga dua jam atau lebih.
| Baca juga: Jaga Kesehatan Mental di Era Digital |
Meski demikian, AAP menekankan bahwa kualitas konten dan keseimbangan aktivitas juga sangat penting.
Waktu tidur, bermain, bergerak, membaca, dan berinteraksi tetap perlu menjadi prioritas anak.
Orang tua sebaiknya tidak hanya menghitung durasi penggunaan gadget setiap hari.
Perhatikan juga jenis konten, tujuan penggunaan, serta dampaknya terhadap rutinitas anak.
Gadget untuk belajar tentu memiliki tujuan berbeda dibandingkan penggunaan untuk hiburan.
Karena itu, orang tua dapat membuat aturan berbeda berdasarkan kebutuhan dan aktivitas anak.
Pendampingan orang tua juga penting ketika anak mengakses internet atau menggunakan aplikasi tertentu.
AAP menyebut kebiasaan penggunaan media orang tua turut memengaruhi perilaku digital anak.
Orang tua dapat membuat jadwal bebas gadget ketika keluarga sedang makan bersama.
Waktu menjelang tidur juga sebaiknya digunakan untuk kegiatan yang lebih menenangkan.
Aktivitas fisik perlu tetap diberikan ruang dalam keseharian anak.
Bermain di luar rumah dapat membantu anak bergerak sekaligus membangun interaksi sosial.
Anak juga perlu mendapatkan kesempatan mengembangkan kreativitas tanpa selalu bergantung pada layar.
Menggambar, membaca, bermain peran, dan kegiatan bersama keluarga dapat menjadi pilihan.
Penggunaan gadget sebaiknya tidak menjadi solusi utama setiap kali anak merasa bosan.
Anak perlu belajar menikmati aktivitas sederhana tanpa selalu membutuhkan hiburan digital.
Orang tua dapat mengajak anak membuat kesepakatan mengenai waktu dan aturan penggunaan gadget.
Cara tersebut membantu anak memahami alasan pembatasan tanpa merasa teknologi sepenuhnya dilarang.
Pada akhirnya, teknologi bukan sesuatu yang harus dijauhkan sepenuhnya dari kehidupan anak.
Yang terpenting adalah memastikan penggunaan gadget tetap seimbang, aman, dan sesuai kebutuhan perkembangan anak. (APS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....