Kelor Naik Kelas, Berpeluang Masuk Industri Hijau Indonesia

  • 10 Agt 2026 08:57 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Temuan terbaru tentang biji kelor membuka peluang baru bagi komoditas Indonesia yang selama ini dikembangkan sebagai tanaman bernilai ekonomi. Potensi tersebut muncul setelah penelitian menunjukkan ekstrak bijinya mampu membantu mengurangi mikroplastik dalam air melalui proses penyaringan alami.

Peluang ini menarik karena Indonesia memiliki sumber daya kelor yang mulai dikembangkan untuk kebutuhan pangan dan berbagai produk olahan. Komoditas tersebut kini berpeluang memiliki nilai tambah apabila penelitian pengolahan air berbahan kelor terus dikembangkan secara serius.

Penelitian ilmuwan Brasil dan Inggris menemukan ekstrak biji kelor mampu menghilangkan hingga 98,5 persen mikroplastik PVC dari air keran. Kemampuan tersebut berasal dari kandungan alami biji kelor yang membantu mengikat partikel kecil sehingga proses penyaringan menjadi lebih mudah.

Temuan itu berpotensi menciptakan pasar baru bagi petani dan pelaku usaha kelor jika teknologi pengolahan air berkembang secara komersial. Artinya, kelor tidak hanya berakhir sebagai bahan pangan, tetapi juga berpeluang memasuki industri lingkungan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Data LPEI mencatat ekspor berbasis kelor Indonesia mencapai 4.350 ton dengan nilai 13,75 juta dollar AS selama 2024. Pasar ekspor tersebut mencakup China, Malaysia, Jepang, serta kawasan Timur Tengah yang menunjukkan permintaan terhadap komoditas kelor Indonesia.

Namun, peluang tersebut masih membutuhkan penelitian lanjutan sebelum ekstrak kelor dapat diterapkan untuk pengolahan air dalam skala besar. Keterbatasan utama saat ini adalah kapasitas pengolahan yang membuat penerapan teknologi lebih sesuai bagi komunitas kecil terlebih dahulu.

Jika pengembangan teknologi berhasil, kelor berpotensi menciptakan rantai nilai baru dari sektor pertanian hingga industri lingkungan Indonesia. Temuan mikroplastik tersebut sekaligus memberi alasan baru untuk melihat kelor sebagai komoditas strategis dengan manfaat ekonomi berkelanjutan. (AS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....