Dibalik Sukses Paskibraka Bukittinggi 2026, Ada Tangan Dingin Yassir Hidayat,SH

  • 17 Agt 2026 10:10 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Detik-detik pengibaran Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bukittinggi, Senin (17/8/2026), berlangsung penuh khidmat dan membangkitkan rasa nasionalisme ditandai membuktikan sirine selama 38 menit serta dentuman meriam juga disiarkan secara live do Programma 4 RRI Bukittinggi 88,90 M.Hz.

Siswa dan siswi Paskibraka Kota Bukittinggi tahun 2026 berhasil menjalankan tugas mulia mengibarkan Bendera Pusaka Merah Putih pada upacara yang dipusatkan di Lapangan Kantin Wirabraja Makodim 0304/Agam.

Upacara dipimpin langsung Wali Kota Bukittinggi H.M. Ramlan Nurmatias, SH, Datuak Nan Basa, selaku Inspektur Upacara (Irup.) Sementara teks Proklamasi Kemerdekaan dibacakan Ketua DPRD Kota Bukittinggi Dr. (Cand.) Syaiful Efendi, Lc., MA.

Keberhasilan Paskibraka menjalankan tugas di hadapan masyarakat dan jajaran Forkopimda tersebut tidak datang secara tiba-tiba. Di balik langkah tegap, gerakan yang serempak dan kibaran Merah Putih, terdapat proses panjang pembinaan, latihan, disiplin serta penguatan mental dan wawasan kebangsaan.

Salah seorang Pamong Desa Bahagia Paskibraka Kota Bukittinggi tahun 2026 Yassir Hidayat,SH mengatakan pembinaan Paskibraka dilakukan melalui beberapa tahapan sebelum para siswa menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Yassir yang saat ini menjabat sebagai Lurah ATTS Kota Bukittinggi sekaligus Pelatih Senam Kota Bukittinggi menjelaskan, tahapan awal dimulai melalui pra-latihan pada awal Juli setelah para siswa mulai memasuki sekolah.

“Pra-latihan dilakukan di Jalan Perwira, belakang Balok. Setelah itu masuk tahap berikutnya dan latihan dilanjutkan di Lapangan Kantin, lokasi yang nantinya menjadi tempat pelaksanaan upacara,” jelas Yassir.

Memasuki 8 Agustus 2026, para calon Paskibraka mulai menjalani pembinaan di Desa Bahagia. Di tempat tersebut, mereka tidak hanya ditempa secara fisik, tetapi juga mendapatkan pembinaan mental dan pendidikan kebangsaan.

Materi pembinaan mencakup wawasan kebangsaan, ideologi Pancasila, keagamaan serta berbagai pembekalan lainnya yang bertujuan membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tangguh dan memiliki rasa cinta tanah air.

Bagi Yassir, menjadi Paskibraka bukan hanya persoalan kemampuan baris-berbaris. Lebih dari itu, para siswa dipersiapkan menjadi generasi yang memahami arti perjuangan para pahlawan dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan bangsa.

Dalam menjalankan tugas sebagai Pamong Desa Bahagia, Yassir bersama jajaran pembina juga terus berkoordinasi dengan para pelatih yang berasal dari unsur TNI, Polri dan Purna Paskibraka Indonesia Kota Bukittinggi.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh proses latihan berjalan disiplin, terarah dan sesuai dengan tugas yang akan diemban para Paskibraka.

Akhirnya, seluruh perjuangan itu terbayar ketika Merah Putih perlahan naik menuju puncak tiang bendera.

Di tengah suasana hening, langkah para Paskibraka menjadi saksi bahwa kemerdekaan tidak diperoleh dengan mudah.

Setiap gerakan mereka seolah mengingatkan bahwa ada pengorbanan para pahlawan yang harus terus dihargai oleh generasi penerus.

Bagi Paskibraka Kota Bukittinggi, mengibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI bukan sekadar menjalankan tugas seremonial.

Itu adalah kehormatan.

Itu adalah tanggung jawab.

Dan yang paling utama, itu adalah pengabdian kecil generasi muda untuk Indonesia.

Dari Lapangan Kantin Wirabraja, semangat Merah Putih kembali berkibar. Menyampaikan pesan kepada generasi muda bahwa nasionalisme harus terus hidup, Pancasila harus dijaga, persatuan harus diperkuat dan kemerdekaan harus diisi dengan karya terbaik bagi bangsa.

Juga ditempat sama dirinya ikut mengawal petugas Paskibraka Bukittinggi lakukan Upacara Penurunan Bendera, semoga bisa sukses,"tutupnya (JM/RRI BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....