Trase Tol Sicincin-Bukittinggi Kembali Dibahas, Bupati Agam Usulkan Jalur Bypass

  • 15 Jul 2026 09:31 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Agam - Rencana pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru ruas Sicincin-Bukittinggi kembali menjadi perhatian.

Pemerintah daerah bersama sejumlah pihak terkait mulai mematangkan langkah percepatan realisasi proyek strategis nasional tersebut.

Pembahasan dilakukan melalui rapat khusus, di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Selasa, 14 Juli 2026.

Bupati Agam, Benni Warlis bersama sejumlah kepala daerah yang wilayahnya akan dilalui trase tol turut menghadiri pertemuan tersebut.

Rapat juga dihadiri Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Kejati Sumbar dan Kejari, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, PT Hutama Karya, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Bupati Agam, Benni Warlis mengatakan, pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menentukan trase jalan tol yang paling tepat, aman dan mampu meminimalisir berbagai persoalan di lapangan, terutama terkait aspek sosial, teknis hingga tanah ulayat.


“Pertemuan ini secara khusus membahas mengenai rencana trase jalan tol. Untuk wilayah Kabupaten Agam, pemerintah berupaya mencari rute yang relatif lebih aman dengan tujuan meminimalisir kendala sosial, teknis, maupun persoalan tanah ulayat,” ujarnya.

Menurut Benni Warlis, sesuai nomenklatur pembangunan tol Sicincin-Bukittinggi, jalur tersebut harus memiliki akses keluar atau exit tol di wilayah Kota Bukittinggi.

Pemkab Agam mengusulkan trase yang lebih pendek dan efisien dengan memanfaatkan jalur bypass menuju Bukittinggi.

“Rute terpendek dan efisien untuk mencapai tujuan tersebut adalah memanfaatkan jalur bypass. Jalur ini melewati kawasan Pasar Amor, karena sebelumnya sudah dibicarakan dan mendapat persetujuan masyarakat,” jelasnya.

Benni Warlis menyebutkan, berdasarkan hasil komunikasi dengan tokoh masyarakat dan wali nagari, rencana melanjutkan pembangunan jalur bypass sepanjang sekitar 6 kilometer tersebut dinilai memiliki tingkat hambatan yang relatif kecil.


Selain lebih singkat, trase tersebut juga diharapkan mampu mengurangi penggunaan lahan serta mempercepat proses pembangunan jalan tol.

Sebagai tindak lanjut pembahasan sambung Benni Warlis, Pemkab Agam bersama Pemprov Sumbar, akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan trase yang diusulkan.

“Kita berharap setelah dokumen persiapan diserahkan kepada Gubernur, prosesnya dapat berjalan cepat, minim risiko dengan jalur yang lebih pendek serta efisien dalam penggunaan lahan di Kabupaten Agam,” ungkapnya. (YPA/AGZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....