Pemko Bukittinggi Besok Bakal Pagar Kawasan Pasar Banto
- 27 Mei 2026 17:21 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pemerintah Kota Bukittinggi bersiap mengambil langkah tegas terkait status kawasan Pasar Banto. Penertiban berupa pemagaran area pasar tersebut direncanakan mulai dilakukan pada pekan ini.
Wali Kota mengatakan, pemerintah daerah tidak hanya akan melakukan pemagaran, tetapi juga telah mengutus sejumlah staf untuk berdialog dengan perwakilan PT Citicon guna menyelesaikan polemik pengelolaan Pasar Banto.
“Dalam minggu ini atau Kamis, 28 Mei 2026 besok, kawasan tersebut akan kami pagar. Langkah ini mutlak dilakukan agar pemerintah dapat kembali menguasai aset milik negara sebelum nantinya dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya, Rabu, 26 Mei 2026.
Ramlan Nurmatias menerangkan, pengambilalihan aset tersebut menjadi langkah strategis untuk menyelesaikan persoalan piutang yang terjadi pada masa lalu. Menurut dia, Pemko Bukittinggi juga tengah merampungkan kewajiban kepada pihak Citicon dengan nilai sekitar Rp7 miliar yang disebut telah diselesaikan.
Wako menilai pemagaran kawasan pasar penting dilakukan agar aset strategis milik pemerintah daerah tidak terbengkalai dan memiliki kepastian pengelolaan.
Selain itu tegas Ramlan Nurmatias, langkah tersebut dilakukan untuk menepis anggapan bahwa pemerintah daerah hanya menikmati hasil pembangunan tanpa memperjelas status pengelolaannya secara hukum.
“Seiring agenda pengambilalihan aset, Pemko Bukittinggi memastikan para pedagang yang selama ini beraktivitas di Pasar Banto tetap mendapat perhatian. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan skema penataan dan relokasi bagi para pedagang,” terangnya.
Ramlan Nurmatias menambahkan, mayoritas pedagang kios telah diarahkan untuk menempati kawasan Pasar Atas. Pemerintah daerah juga memberikan insentif berupa pembebasan biaya sewa selama enam bulan bagi pedagang baru yang direlokasi.
“Bagi pedagang baru yang direlokasi ke Pasar Atas, kami berikan fasilitas gratis biaya sewa selama enam bulan. Sementara itu, untuk para penyedia jasa jahit, seluruhnya sudah kami fasilitasi pindah ke Pasar Putih,” tuturnya.
Sementara itu sambung Ramlan Nurmatias, untuk pedagang sayur-mayur diarahkan agar mengisi lapak, dan kios yang masih tersedia di kawasan Pasar Bawah.
Melalui penataan tersebut, Pemko Bukittinggi berharap aktivitas perdagangan dan roda perekonomian masyarakat dapat berjalan lebih tertib dan optimal, sekaligus mendorong pemanfaatan aset daerah secara maksimal bagi kepentingan masyarakat luas. (YPA/AGZ)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....