Festival Minangkabau 2026 Dongkrak Pelestarian Budaya dan Ekonomi Masyarakat

  • 01 Jul 2026 08:24 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Tanah Datar – Festival Minangkabau 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah, di kawasan cagar budaya Istano Basa Pagaruyung. Event akbar yang berhasil menembus jajaran tujuh besar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini diproyeksikan menjadi lokomotif pelestarian budaya sekaligus stimulan penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat.

Gubernur Mahyeldi melayangkan apresiasi tinggi atas konsistensi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam merawat orisinalitas warisan leluhur Minangkabau. Menurutnya, festival ini memegang esensi penting sebagai laboratorium kultural untuk mentransfer nilai-nilai filosofi tradisi kepada generasi muda agar tidak tergerus arus modernisasi.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra menegaskan bahwa perhelatan Festival Minangkabau 2026 merupakan momentum krusial bagi kebangkitan total sektor pariwisata, industri kreatif, dan promosi daerah pascabencana yang sempat melanda beberapa waktu lalu.

"Festival ini merupakan wadah integratif yang menyatukan misi pelestarian adat, penguatan sendi ekonomi kreatif, serta akselerasi promosi pariwisata Tanah Datar ke kancah global," ujar Eka Putra.

Rangkaian pembukaan festival berlangsung semarak dengan menyuguhkan berbagai atraksi seni kolosal yang memukau penonton. Di antaranya adalah parade keelokan 180 Baju Milik khas Nagari Padang Magek, penampilan teatrikal Tari Kolosal Saribu Katidiang Saok, atraksi spesifik budaya nagari, eksposisi pameran desa wisata, hingga bazar kuliner tradisional yang menggerakkan ratusan pelaku UMKM lokal.

Sinergi budaya ini juga diakui oleh Ketua Bundo Kanduang Nagari Salimpauang, Nur Laili. Ia menyatakan bahwa Festival Minangkabau dari tahun ke tahun terus berevolusi menjadi ruang silaturahmi makro bagi jejaring Bundo Kanduang lintas daerah hingga mancanegara.

Dampak ekonomi langsung (direct economic effect) juga dirasakan nyata di akar rumput. Azila, salah seorang pelaku UMKM kuliner dan suvenir setempat, mengaku omzet penjualannya melonjak tajam seiring membeludaknya arus kunjungan wisatawan.

Festival Minangkabau 2026 dijadwalkan berlangsung selama empat hari berturut-turut. Berbagai panggung pertunjukan seni, visualisasi budaya, dan hiburan rakyat dipusatkan di dua titik strategis, yakni kompleks Istano Basa Pagaruyung dan Lapangan Cindua Mato Batusangkar. (tim ikp)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....