Bupati Eka Putra Dorong Penguatan Adat Minangkabau di Perantauan

  • 14 Sep 2026 10:06 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Jakarta - Bupati Tanah Datar Eka Putra menegaskan pentingnya penguatan pemahaman adat dan budaya Minangkabau bagi generasi muda. Menurutnya, masyarakat Minangkabau di perantauan harus tetap menjaga identitas, nilai adat, dan budaya sebagai akar kehidupan.

Hal itu disampaikan Eka Putra saat menghadiri kegiatan Bundo Kanduang Tanah Datar (BKTD) Jabodetabek di Hotel Horison Balairung Matraman. Kegiatan tersebut berlangsung di Jakarta, Sabtu, 12 September 2026.

Kegiatan dikemas dalam bentuk seminar dan pentas seni yang mendapat antusiasme masyarakat Minangkabau. Pesertanya berasal dari Bundo Kanduang dan masyarakat Minangkabau di Jakarta dan sekitarnya.

Eka Putra mengapresiasi kegiatan tersebut karena menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana memperkuat pemahaman adat. Penguatan tersebut ditujukan bagi anak cucu dan kemenakan yang lahir serta tumbuh besar di perantauan.

Menurutnya, pelestarian adat dan budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Tanggung jawab tersebut juga menjadi bagian seluruh masyarakat, baik yang berada di ranah maupun di rantau.

“Semangat seperti ini yang harus kita tanamkan dalam organisasi. Sejak periode pertama saya menjabat sebagai Bupati, Bundo Nita selalu berkomunikasi secara intens dengan saya,” ujar Eka.

Ia mengatakan sangat mengapresiasi semangat dan kepedulian Bundo Nita menjaga adat dan budaya Minangkabau. Eka juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, khususnya Nita Ratu dan Bundo Emi Sajili.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D. Mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Indonesia itu menyampaikan dukungan terhadap pembekalan adat Minangkabau.

Fasli Jalal menilai pembekalan adat penting untuk memastikan nilai budaya Minangkabau tetap hidup. Nilai tersebut juga perlu diwariskan kepada generasi berikutnya, termasuk generasi yang tumbuh di perantauan.

“Adat Minangkabau indak lapuak dek hujan, indak lakang dek paneh. Ini yang harus kita pegang bersama,” katanya. Ia mengingatkan masyarakat Minang untuk tetap menjunjung jati diri di mana pun berada.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Di mana pun kita berada dan menjalani kehidupan di rantau, kita sebagai orang Minang harus tetap menjunjung jati diri sebagai orang Minangkabau,” ujarnya.

Sementara itu, pembekalan adat disampaikan Ketua LKAAM Tanah Datar, H. Aresno Dt. Andomo, S.Ag. Pemangku adat Minangkabau tersebut hadir langsung dari Tanah Datar untuk berbagi pengetahuan mengenai adat istiadat Minangkabau.

Aresno Dt. Andomo mengaku antusias memenuhi undangan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menunjukkan kuatnya kepedulian Bundo Kanduang di perantauan terhadap adat Minangkabau.

Kepedulian tersebut diwujudkan melalui upaya mempelajari dan memahami adat istiadat Minangkabau. Selain itu, adat perlu diwariskan kepada generasi penerus agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Kegiatan turut dihadiri Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra dan Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis beserta istri. Hadir pula Ketua DARAM (Da’i Rantau Minang) Buya Dr. Elfa Hendri serta undangan lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, nilai adat dan budaya Minangkabau diharapkan tidak hanya menjadi simbol identitas. Nilai tersebut diharapkan tetap menjadi pedoman kehidupan masyarakat Minang, termasuk generasi yang lahir dan tumbuh di perantauan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....