UMKM Pemula Jadi Motor Ekonomi Bukittinggi Gemilang

  • 04 Sep 2026 09:00 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Semangat mencetak pelaku usaha muda yang tangguh, kreatif dan mandiri terus digelorakan Pemerintah Kota Bukittinggi. Melalui program Inkubasi Bisnis Angkatan II Tahun 2026, sebanyak 40 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mendapat kesempatan meningkatkan kapasitas usaha sekaligus membuka jalan menuju pasar yang lebih luas.

Pelatihan yang berlangsung di Hotel Grand Royal Denai View Bukittinggi, Jumat (4/9/2026) pagi dibuka Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi Drs. Elqadri,M.Si mewakili WalIkota didampingi Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Fauzan,ST, PPTK imelda,SE dan Pelaksana Dinas Koperasi, UMKM dan Naker Kota Bukittinggi Sri Widya Erlangga,S.HI.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Ciptakan 1.000 Startup Bukittinggi Gemilang”, yang diarahkan untuk menumbuhkan minat masyarakat berusaha serta membangun UMKM yang semakin kuat, mandiri dan mampu bersaing.

Elqadri menegaskan, pengembangan UMKM tidak boleh berhenti pada sekadar aktivitas jual beli. Pelaku usaha harus mampu menghasilkan produk yang semakin beragam, berkualitas dan memiliki daya saing.

“Kita ingin pelaku usaha Bukittinggi tumbuh menjadi pengusaha yang mandiri. Produk yang dihasilkan jangan hanya itu-itu saja, tetapi harus terus dikembangkan agar memiliki nilai tambah dan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai kota pariwisata, Bukittinggi memiliki peluang besar bagi UMKM untuk berkembang. Kehadiran wisatawan harus menjadi peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal, mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen hingga berbagai produk kreatif lainnya.

Program inkubasi bisnis ini juga menjadi pintu bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan hingga mampu menembus pasar yang lebih luas, bahkan tingkat nasional.

Dari 131 pelaku usaha UMKM pemula yang mendaftar, sebanyak 40 peserta dinyatakan terpilih mengikuti Inkubasi Bisnis Angkatan II. Para peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga akan terus mendapatkan pendampingan dan pemantauan selama tiga bulan melalui Akademi Gemilang.

Pendampingan berkelanjutan tersebut diharapkan mampu memastikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan benar-benar diterapkan dalam pengembangan usaha.

Elqadri menambahkan, pemerintah daerah ingin membangun ekosistem ekonomi yang memberikan ruang sebesar-besarnya bagi masyarakat Bukittinggi untuk menjadi pelaku utama dalam perkembangan ekonomi daerah.

“Kita tidak ingin barang-barang yang mengisi Bukittinggi justru didominasi dari luar daerah. Kalau Bukittinggi maju, masyarakat Bukittinggi harus ikut merasakan manfaatnya. UMKM lokal harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” tegasnya.

Ia meyakini, semakin kuat UMKM lokal, semakin besar pula perputaran ekonomi di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, pertumbuhan aktivitas usaha akan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Melalui Inkubasi Bisnis Angkatan II ini, Pemko Bukittinggi berharap lahir lebih banyak pengusaha muda yang berani memulai, mampu berinovasi, mandiri dan siap bersaing, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga mampu membawa produk Bukittinggi ke pasar nasional.

Dari Bukittinggi untuk Indonesia. UMKM tumbuh, usaha mandiri berkembang, ekonomi masyarakat semakin gemilang. (JM/RRI BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....