KPPN Bukittinggi Cetak UMKM Tangguh Hadapi Persaingan Era Digital

  • 07 Agt 2026 09:15 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi – Sinergi pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diperkuat sebagai strategi cerdas dalam menghadapi persaingan usaha di era digital. Melalui Pelatihan Kewirausahaan bertajuk "Sinergi Pemberdayaan UMKM sebagai Strategi Cerdas Mengembangkan Usaha di Era Digital", KPPN Bukittinggi menghadirkan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Sumatera Barat.

Kegiatan yang digelar di Aula Ngarai Sianok KPPN Bukittinggi, Jumat (7/8/2026), melibatkan Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumatera Barat, PLUT KUKM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar, Rumah BUMN Bank BRI, KPP Pratama Bukittinggi, Persatuan Fotografi Indonesia, Persatuan Homestay Sumbar, BPJS Ketenagakerjaan, serta Forum UMKM Madani Bersatu Sumbar.

Pelatihan diikuti puluhan pelaku UMKM dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Kegiatan dibuka Kepala KPPN Bukittinggi Tisari Yona Geumila, didampingi Kepala Bagian Umum Kanwil DJPb Sumbar Khairil Indra.,SE.MM, yang juga merupakan Pembina Forum UMKM Madani Bersatu Sumbar.

Dalam sambutannya, Tisari Yona Geumila mengatakan bahwa pemberdayaan UMKM menjadi bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, KPPN tidak hanya menjalankan fungsi pengelolaan dan penyaluran keuangan negara, tetapi juga berperan memfasilitasi peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya pelaku usaha.

"Kami melihat UMKM merupakan penggerak perekonomian daerah. Selain melaksanakan tugas di bidang perbendaharaan negara, KPPN juga ingin berkontribusi melalui kegiatan pembinaan seperti ini," ujarnya.

Ia menekankan, agar UMKM mampu berkembang dan menembus pasar yang lebih luas, pelaku usaha perlu melengkapi legalitas usahanya, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikat halal, hingga tertib dalam pembukuan dan pelaporan pajak.

Menurutnya, kemampuan manajerial dan pengelolaan keuangan yang baik akan meningkatkan daya saing produk UMKM sehingga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.

Tisari juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Ia menilai hal tersebut tidak terlepas dari peran Khairil Indra yang selama ini aktif membina Forum UMKM Madani Bersatu Sumbar.

"Kami berharap UMKM di Sumatera Barat semakin naik kelas dan mampu menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing tinggi," katanya.

Sementara itu, Khairil Indra menegaskan bahwa pengembangan UMKM harus didasarkan pada data yang akurat agar kebijakan pemerintah tepat sasaran.

Menurutnya, Forum UMKM Madani Bersatu Sumbar terus melakukan pendataan terhadap UMKM binaan sehingga potensi usaha di berbagai daerah dapat dipetakan secara lebih baik.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sumatera Barat mencapai sekitar Rp. 7,966 triliun.

Dari jumlah tersebut, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar Rp. 5,6 triliun, dengan Bank BRI menjadi penyalur terbesar kepada sekitar 3.000 debitur. Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan menjadi daerah yang paling banyak memanfaatkan fasilitas pembiayaan KUR.

Selain pelatihan kewirausahaan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan Piagam Penghargaan Media Terbaik dari Kanwil DJPb Sumatera Barat kepada Jurnalis RRI Bukittinggi, Jhoni Marbeta, SE.Ak., CA, sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya dalam publikasi kegiatan KPPN Bukittinggi maupun Kanwil DJPb Sumatera Barat.

Melalui kolaborasi lintas instansi tersebut, diharapkan pelaku UMKM di Sumatera Barat semakin siap menghadapi tantangan era digital, memiliki legalitas usaha yang lengkap, tata kelola keuangan yang baik, serta mampu memperluas akses pasar hingga tingkat nasional dan internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....