Bank Nagari Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

  • 22 Agt 2026 11:21 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi — Di tengah geliat ekonomi yang terus bangkit, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kembali mendapat suntikan semangat untuk melangkah lebih jauh. Bukan sekadar bertahan, tetapi berani tumbuh, berinovasi dan menembus pasar yang lebih luas melalui kekuatan digital.

Semangat itu mengemuka dalam Pelatihan dan Pemberdayaan UMKM Binaan Bank Nagari yang digelar di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari program CSR Bank Nagari bersama Yayasan Rangkiang Peduli Nagari (RPN) tersebut diikuti sekitar 40 pelaku UMKM dari Bukittinggi, Lubuk Basung dan Payakumbuh.

Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Nagari, Yosviandri Asril, yang mewakili Direksi Bank Nagari, menegaskan komitmen Bank Nagari untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam memperkuat ekonomi rakyat melalui pemberdayaan UMKM.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ruang pelatihan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi antara Bank Nagari dengan para pelaku UMKM.

“Ini merupakan ajang silaturahmi dan kolaborasi dengan pelaku UMKM. Kita juga menyediakan klinik UMKM sebagai bentuk pendampingan, termasuk dalam pengelolaan keuangan,” ujar Yosviandri.

Mantan Pimpinan Cabang Bank Nagari Jakarta itu menyebutkan, dari sisi kredit produktif, Bank Nagari memiliki porsi yang cukup besar. Kondisi tersebut menunjukkan perhatian bank terhadap sektor usaha produktif yang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu mendorong perubahan pola usaha dari cara-cara konvensional menuju pemanfaatan teknologi digital.

“Dari pola konvensional kita dorong menuju digital. Dengan digitalisasi, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan memperluas pasar,” katanya.

Yosviandri menilai, UMKM tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Pelaku usaha harus berani memanfaatkan media sosial, platform perdagangan elektronik serta berbagai layanan digital untuk memperkenalkan produk dan membangun jaringan bisnis.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi Rismal Hadi, S.STP., M.Si., yang mewakili Wali Kota Bukittinggi, menyampaikan apresiasi kepada Bank Nagari dan Yayasan Rangkiang Peduli Nagari yang telah memilih Bukittinggi sebagai lokasi kegiatan.

Pemko Bukittinggi, menurutnya, sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Bank Nagari terhadap perkembangan UMKM.

Rismal menegaskan, UMKM telah membuktikan diri sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat, terutama ketika menghadapi tekanan ekonomi pada masa pandemi Covid-19.

Karena itu, menurutnya, transformasi digital menjadi salah satu kunci agar UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga bangkit dan berkembang lebih kuat.

“Digitalisasi menjadi sumber peningkatan ekonomi, khususnya dalam ekonomi kreatif. Dibutuhkan ide dan inovasi agar sesuatu yang semula biasa bisa menjadi luar biasa,” ungkapnya.

Ia juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial untuk membangun jejaring bisnis. Kehadiran berbagai platform digital memungkinkan pelaku usaha menghubungkan produknya dengan konsumen dan mitra usaha tanpa terbatas jarak.

Namun, Rismal mengingatkan bahwa pelatihan tidak boleh berhenti setelah acara berakhir. Pengetahuan yang diperoleh harus diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari sehingga benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kemandirian pelaku UMKM.

“Harus ada tindak lanjut dari materi yang diberikan dalam pelatihan ini. Kerja keras dan semangat untuk bangkit harus terus dijaga,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber. Dolo Kurnia Saputra membahas pengelolaan keuangan UMKM, Delfi Susanto, SP., MM. membahas akses pembiayaan dan layanan Bank Nagari, Ahmad Hafidz, SE., CDM. menyampaikan materi digital marketing dan e-commerce, sedangkan Eka Putra, S.Kom., M.Si. memberikan pemahaman mengenai legalitas serta pengembangan produk.

Pelatihan tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi UMKM binaan Bank Nagari untuk berani mengubah cara pandang dan cara bekerja.

Dari usaha kecil yang berjalan secara konvensional, menuju usaha yang mampu memanfaatkan teknologi, membangun merek dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Bagi para pelaku UMKM, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan. Ia telah menjadi kebutuhan untuk bertahan di tengah persaingan dan membuka peluang baru.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan undangan. Senyum yang terpancar dari wajah para pelaku UMKM menjadi penanda optimisme: bahwa ketika pendampingan, teknologi, permodalan dan semangat usaha berjalan bersama, UMKM Sumatera Barat memiliki peluang besar untuk tumbuh dan naik kelas. (JM/RRai BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....