Kerupuk Lento Payakumbuh, Peluang UMKM dalam Melestarikan Kuliner Tradisional

  • 21 Jul 2026 08:25 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Indonesia memiliki beragam kuliner tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya setiap daerah. Salah satu camilan khas yang masih bertahan hingga kini adalah kerupuk lento, makanan tradisional yang berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat.

Kerupuk ini dikenal karena cita rasanya yang gurih, teksturnya yang renyah, serta bahan-bahan alami yang digunakan dalam proses pembuatannya.

Sejarah dan Asal Usul Kerupuk Lento

Kerupuk lento telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat Payakumbuh. Awalnya, camilan ini dibuat sebagai makanan rumahan yang disajikan saat berkumpul bersama keluarga atau pada berbagai acara adat dan perayaan.

Seiring waktu, kerupuk lento berkembang menjadi salah satu oleh-oleh khas yang banyak dicari wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

Keunikan kerupuk lento terletak pada proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara-cara tradisional. Banyak pengrajin lokal tetap menggunakan resep turun-temurun sehingga cita rasa autentiknya tetap terjaga hingga saat ini.

Cita Rasa yang Khas

Salah satu daya tarik utama kerupuk lento adalah rasa gurih yang alami tanpa perlu tambahan bumbu berlebihan. Teksturnya yang renyah membuat camilan ini cocok dinikmati kapan saja, baik sebagai teman minum teh maupun sebagai pelengkap berbagai hidangan khas Minangkabau.

Oleh-Oleh Khas Payakumbuh

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Payakumbuh, kerupuk lento menjadi salah satu pilihan oleh-oleh yang praktis. Selain memiliki daya simpan yang cukup lama, harganya juga relatif terjangkau.

Produk ini banyak dijual di pusat oleh-oleh, pasar tradisional, hingga toko makanan khas Sumatera Barat. Dengan meningkatnya pemasaran melalui media sosial dan platform digital, kerupuk lento kini semakin dikenal oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Potensi sebagai Produk UMKM

Kerupuk lento memiliki potensi besar sebagai produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Permintaan pasar yang terus meningkat membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, serta memperluas jaringan pemasaran hingga ke tingkat nasional.

Inovasi dalam desain kemasan yang lebih modern tanpa menghilangkan identitas budaya lokal menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing kerupuk lento di pasar yang semakin kompetitif.

Kerupuk lento merupakan salah satu warisan kuliner khas Payakumbuh, Sumatera Barat, yang patut dilestarikan. Dengan cita rasa gurih, tekstur renyah, dan proses pembuatan yang masih mengedepankan tradisi, camilan ini menjadi simbol kekayaan kuliner daerah yang memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi. (SG/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....