Kurai Banuhampu Simbol Kesatuan Adat Minangkabau

  • 07 Sep 2026 10:05 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Agam – Kurai Banuhampu merupakan salah satu kesatuan adat dan wilayah bersejarah yang memiliki peran penting dalam perkembangan masyarakat Minangkabau, khususnya di kawasan Luhak Agam, Sumatera Barat.

Dalam Tambo Minangkabau, Kurai dan Banuhampu dikenal sebagai nagari kembaran yang memiliki hubungan adat sangat erat dan menjadi bagian dari jaringan wilayah adat bersama Biaro Balai Gurah, Lambah Panampuang, Canduang Koto Laweh, serta Sariak Sungai Pua.

Seiring perkembangan pemerintahan, wilayah Kurai dan Banuhampu kini terbagi dalam administrasi yang berbeda. Kurai Limo Jorong menjadi wilayah inti yang kemudian berkembang menjadi Kota Bukittinggi, sementara Banuhampu menjadi sebuah kecamatan di Kabupaten Agam yang terdiri atas sejumlah nagari.

Salah satu nagari yang memiliki nilai historis adalah Nagari Kubang Putiah, yang dikenal sebagai lokasi awal musyawarah masyarakat Banuhampu.

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Kurai dan Banuhampu disatukan dalam struktur pemerintahan lokal yang dikenal sebagai Kelarasan atau Lareh Kurai-Banuhampu. Wilayah tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Laras atau Tuanku Lareh dan memiliki peran strategis bersama kelarasan lainnya dalam menghimpun dana masyarakat melalui Pasar Fonds untuk mendukung pembangunan Pasar Tradisional Bukittinggi pada abad ke-19.

Jejak sejarah Kurai Banuhampu juga terekam dalam khazanah sastra Minangkabau melalui karya kaba berjudul Kaba Lareh Kurai-Banuhampu Berpulang. Karya tersebut menggambarkan dinamika kehidupan sosial masyarakat sekaligus menjadi media penyampaian kritik dan nilai-nilai budaya pada zamannya, sehingga memperkaya warisan sastra lisan Minangkabau.

Kedekatan historis masyarakat Kurai, Banuhampu, dan Sungai Puar turut tercermin pada sejarah awal pembangunan Jam Gadang. Atap asli menara itu dirancang menyerupai jam beker sebagai simbol sekaligus pengingat agar masyarakat di kawasan tersebut senantiasa disiplin memulai aktivitas sejak pagi.

Hingga kini, sejarah Kurai Banuhampu tetap menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya dan adat Minangkabau. (ER/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....