Maanta Marapulai, Tradisi Hantaran Pernikahan Minangkabau
- 11 Agt 2026 08:05 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Tradisi Maanta Marapulai merupakan salah satu rangkaian adat pernikahan masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat. Tradisi yang di sejumlah daerah juga disebut Maanta Bali atau Maanta Bale ini dilakukan dengan mengantarkan makanan dan hantaran adat dari keluarga anak daro kepada keluarga marapulai.
Salah satu hidangan yang menjadi bagian penting dalam hantaran tersebut adalah singgang ayam. Ayam jantan dimasak secara utuh dan biasanya disajikan bersama nasi kuning atau nasi lamak.
Hantaran kemudian dibawa secara bersama-sama menuju rumah keluarga mempelai laki-laki untuk disantap dalam rangkaian kegiatan adat.
Keberadaan singgang ayam tidak hanya berkaitan dengan hidangan, tetapi juga memiliki makna bagi kehidupan rumah tangga pasangan yang baru menikah. Ayam jantan utuh dimaknai sebagai simbol keberanian, tanggung jawab, dan kesiapan seorang suami dalam menjalankan perannya sebagai kepala keluarga.
Hidangan tersebut juga menjadi doa agar pasangan memperoleh kehidupan yang berkecukupan dan penuh keberkahan.
Tradisi Maanta Marapulai sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara dua keluarga besar. Prosesi ini memperlihatkan kuatnya nilai kebersamaan, gotong royong, dan silaturahmi dalam adat Minangkabau.
Meski pelaksanaannya dapat berbeda di setiap daerah, tradisi tersebut tetap menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dijaga dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. (ER/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....