Kajian Adat Minangkabau Bahas Dunsanak di Batipuh

  • 05 Jul 2026 21:46 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau LKAAM Kecamatan Batipuh akan menggelar Kajian Adat Minangkabau Bundo Kanduang pada Sabtu 11 Juli 2026. Kegiatan ini mengusung tema besar “Dunsanak, antara azab dan rahmat” dengan tujuan memperkuat nilai kekerabatan dalam adat Minangkabau.

Kajian akan dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB sampai selesai di Aula Kantor Wali Nagari Batipuah Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Panitia menyebut lokasi tersebut dipilih agar mudah dijangkau masyarakat nagari se-Kecamatan Batipuh.

Narasumber utama dalam kajian ini adalah Muhammad Jamil, yang dikenal sebagai Labai Sampono. Beliau merupakan penulis dan pengurus LKAAM Sumatera Barat yang selama ini aktif mengkaji nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

Tema “Dunsanak, antara azab dan rahmat” diangkat untuk mengingatkan kembali pentingnya menjaga hubungan persaudaraan dalam adat Minangkabau. Panitia menilai dunsanak yang harmonis akan membawa rahmat, sementara perpecahan dapat mendatangkan azab bagi kaum dan nagari.

Kegiatan ini secara khusus menyorot peran Bundo Kanduang sebagai tiang adat dan penengah dalam keluarga besar Minangkabau. Oleh karena itu peserta yang diundang didominasi oleh kaum ibu, Bundo Kanduang, dan pemuka adat dari berbagai nagari di Kecamatan Batipuh.

Dalam e-flyer yang beredar, panitia menekankan pesan “Basamo kita lestarikan adat, muliakan bundo kanduang, kuatkan dunsanak”. Kalimat tersebut menjadi ajakan agar masyarakat bersama-sama menjaga marwah adat dan tidak melupakan falsafah Minangkabau.

Kajian adat ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. LKAAM Batipuh berharap generasi muda dapat memahami kembali makna adat melalui forum-forum seperti ini.

Selain ceramah dari narasumber, kegiatan akan diisi dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta. Hal ini bertujuan agar materi yang disampaikan dapat langsung diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat di nagari.

Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Masyarakat yang ingin hadir diimbau datang tepat waktu mengingat kajian akan dimulai pagi hari.

LKAAM Kecamatan Batipuh menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semboyan “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Dengan kajian rutin, diharapkan nilai adat dan agama tetap berjalan beriringan di Tanah Datar. (SVD/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....