Tari Baris Jangkang Pelilit, "Warisan Sakral Tujuh Abad"

  • 10 Jun 2026 22:10 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Di balik pesona alam Nusa Penida yang memukau, tersimpan kekayaan warisan budaya yang telah bertahan melintasi waktu. Salah satu permata budaya yang paling berharga dari Dusun Pelilit, Desa Pejukutan, adalah Tari Baris Jangkang Pelilit.

Tarian ini bukan sekadar pertunjukan seni biasa, melainkan sebuah tarian sakral yang telah diwariskan secara turun-temurun selama lebih dari tujuh abad. Sebagai bukti ketahanannya dalam menjaga identitas budaya, Tari Baris Jangkang Pelilit telah ditetapkan secara resmi sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional.

Filosofi dan Gerakan yang Unik

Tari Baris Jangkang Pelilit memiliki karakteristik gerakan yang sangat khas dan unik. Gerakan dalam tarian ini konon terinspirasi dari aktivitas keseharian masyarakat setempat di masa lalu, termasuk gerakan pertanian dan perilaku hewan yang ada di lingkungan sekitar.

Dalam pementasannya, para penari mengenakan busana adat yang merepresentasikan identitas lokal Nusa Penida. Keindahan visual tarian ini semakin lengkap dengan penggunaan kain tradisional khas daerah setempat, yaitu kain jenis *cepuk* dan *rangrang*, yang mencerminkan kedalaman nilai seni tekstil masyarakat Pelilit.

Simbol Sakralitas dan Pelestarian

Tari Baris Jangkang Pelilit memiliki peran yang sangat sentral dalam kehidupan religius masyarakat. Tarian ini secara rutin dipentaskan sebagai bagian penting dalam berbagai upacara adat maupun festival budaya besar yang diselenggarakan di wilayah Nusa Penida.

Pementasan tarian ini bukan hanya untuk merayakan tradisi, tetapi juga berfungsi sebagai bentuk penghormatan dan permohonan keberkahan bagi seluruh masyarakat. Melalui Tari Baris Jangkang, generasi penerus di Dusun Pelilit terus menjaga napas budaya leluhur agar tidak hilang ditelan arus modernisasi pariwisata yang kini berkembang pesat di Pulau Nusa Penida.

Tari Baris Jangkang Pelilit menjadi bukti nyata bahwa di tengah kemajuan destinasi wisata kelas dunia, masyarakat Nusa Penida tetap memegang teguh akar tradisi sebagai jati diri bangsa. (NAS/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....