Pawai Pembukaan Alek Nagari Satu Abad Jam Gadang

  • 18 Mei 2026 08:39 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi – Pembukaan Alek Nagari Satu Abad Jam Gadang berlangsung penuh semangat, semarak, dan sarat akan nilai kebersamaan. Pemerintah daerah berharap momentum bersejarah ini dapat menjadi tonggak penting dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mendongkrak sektor pariwisata serta ekonomi kreatif di Kota Bukittinggi.

Rangkaian perhelatan akbar ini diawali dengan Pawai Budaya sebagai menu pembuka utama. Dalam pawai tersebut, para peserta tampil memukau mengenakan pakaian adat tradisional Minangkabau yang anggun dan autentik. Langkah barisan pawai semakin bertenaga dengan iringan musik tradisi yang dinamis, mulai dari tabuhan gandang tansa hingga alunan ritmis talempong yang bersahut-sahutan.

Rute pawai yang mengular mengelilingi kawasan pedestrian Jam Gadang mendapat sambutan dan tepuk tangan meriah dari ribuan pasang mata. Tidak hanya sekadar berjalan, iringan pawai juga menampilkan beragam kreativitas masyarakat, seperti miniatur rumah gadang yang mendetail, pameran hasil kerajinan tangan lokal, hingga atraksi teatrikal silek tradisi (silek kramat) yang memukau di sepanjang jalan.

Kehadiran lautan masyarakat dan pelancong dari berbagai daerah ini menunjukkan tingginya antusiasme publik terhadap pelestarian budaya lokal. Selain menjadi wadah hiburan yang megah, pawai budaya ini memegang peran krusial sebagai sarana edukasi visual untuk memperkenalkan eksotisme adat Minangkabau kepada generasi muda serta wisatawan domestik dan mancanegara yang sedang berkunjung.

Kemeriahan peringatan seratus tahun menara jam ikonik ini juga membawa berkah ekonomi yang nyata. Kawasan sekitar Jam Gadang tampak dipadati oleh para pedagang kuliner tradisional dan pelaku UMKM. Mereka memanfaatkan membeludaknya arus pengunjung selama acara berlangsung untuk memasarkan produk-produk unggulan daerah.

Momentum satu abad Jam Gadang menorehkan kebanggaan kolektif yang mendalam bagi warga kota. Menara bersejarah ini terbukti tetap kokoh berdiri menembus zaman, tidak hanya sebagai penanda waktu, tetapi juga sebagai episentrum kebudayaan dan pariwisata Sumatra Barat. Melalui Alek Nagari Satu Abad Jam Gadang, seluruh lapisan masyarakat diajak untuk terus memperkuat persatuan, merawat falsafah adat, dan konsisten memperkenalkan kekayaan budaya daerah ke panggung dunia agar tetap lestari sepanjang masa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....