Harmoni Tradisi Kampung Painan Timur, Menjaga Warisan Budaya
- 09 Jun 2026 21:48 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Pesisir Selatan - Di balik pesona alam Air Terjun Timbulun yang memukau, Kampung Painan Timur, Nagari Painan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, menyimpan kekayaan budaya yang tak kalah menawan. Masyarakat setempat, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, pedagang, buruh, dan pegawai, tetap konsisten menjaga napas tradisi di tengah arus modernisasi.
Melestarikan Seni Pertunjukan Tradisional
Wilayah ini dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian kesenian di Kabupaten Pesisir Selatan. Beragam jenis tari tradisional dan seni pertunjukan masih aktif dikembangkan hingga hari ini sebagai identitas masyarakat. Beberapa kesenian yang menjadi kebanggaan warga setempat antara lain:
Tari Buai-Buai: Tarian yang menggambarkan keseharian petani dan seorang ibu yang tengah mengayun anak di dekat area persawahan. Keunikan tarian ini terletak pada ketangkasan penari dalam menyeimbangkan lampu dama (pelita) di atas kepala mereka saat menari.
Tari Benten: Merupakan tari berpasangan khas masyarakat Pesisir Selatan yang dalam pertunjukannya selalu diiringi oleh alunan adok (alat musik perkusi) dan dendang.
Seni Tradisi Lainnya: Selain kedua tarian tersebut, masyarakat juga masih melestarikan Tari Rantak Kudo, Tari Tak Oyai, hingga kesenian randai yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya nagari.
Mencicipi Cita Rasa Lokal
Kekayaan budaya Kampung Painan Timur tidak hanya terbatas pada seni pertunjukan, tetapi juga merambah pada khazanah kuliner tradisional. Salah satu hidangan yang menjadi ciri khas daerah ini adalah Tumis Kaleok.
Tumisan ini berbahan dasar kaleok, sejenis siput air yang hidup alami di sepanjang aliran Sungai Batang Timbulun. Masyarakat setempat biasanya mengolahnya dengan mencampurkan sayur pakis atau paku yang dipetik langsung dari tepian sungai tersebut. Kombinasi bahan segar dari alam ini menciptakan cita rasa otentik yang mencerminkan kedekatan masyarakat dengan ekosistem lingkungannya.
Bagi wisatawan yang berkunjung, menikmati sepiring gulai atau tumis kaleok di desa wisata ini menjadi pengalaman wajib untuk merasakan autentisitas budaya Pesisir Selatan. (NAS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....