Makna Pepatah Minangkabau "Mambangkik Batang Tarandam"

  • 23 Apr 2026 07:12 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pepatah Minangkabau “mambangkik batang tarandam” memiliki makna yang dalam dan sarat nilai kehidupan. Secara harfiah, ungkapan ini berarti mengangkat kembali batang kayu yang tenggelam di dalam air.

Dalam makna kiasan, pepatah ini merujuk pada upaya menghidupkan kembali sesuatu yang telah lama hilang atau terlupakan. Hal ini bisa berupa adat, martabat, hubungan, maupun semangat yang pernah redup.

Bagi masyarakat Minangkabau, pepatah ini sering dikaitkan dengan semangat memperbaiki keadaan. Ketika sesuatu sudah terpuruk, masih ada harapan untuk bangkit dan menjadi lebih baik. Nilai penting yang terkandung di dalamnya adalah ketekunan dan kesabaran. Mengangkat “batang yang terendam” tentu membutuhkan usaha, waktu, dan tekad yang kuat.

Pepatah ini juga mencerminkan sikap pantang menyerah dalam menghadapi kehidupan. Kegagalan atau keterpurukan bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk memulai kembali. Dalam konteks sosial, mambangkik batang tarandam bisa berarti memulihkan hubungan yang renggang. Ini menunjukkan pentingnya menjaga silaturahmi dan memperbaiki kesalahan di masa lalu.

Di era modern, makna pepatah ini tetap relevan untuk generasi muda. Banyak hal yang bisa “dibangkitkan kembali,” seperti budaya lokal, nilai adat, dan jati diri.

Dengan memahami pepatah ini, kita diajak untuk tidak mudah putus asa. Sebaliknya, kita didorong untuk terus berusaha mengangkat kembali potensi yang pernah tenggelam dalam hidup kita. (SG/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....