Mengenal Sak Yant, Seni Tato Spiritual dalam Tradisi Buddha

  • 30 Mei 2026 16:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sak Yant merupakan tato tradisional Thailand yang dipercaya mengandung doa, perlindungan, dan nilai spiritual.
  • Motif seperti Gao Yord, Hah Taew, dan Suea Koo melambangkan perlindungan, keberuntungan, kekuatan, serta kewibawaan.
  • Sak Yant dirajah secara manual oleh biksu atau Ajarn dan diakhiri dengan pemberkatan melalui mantra.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pernahkah Anda melihat seorang biksu Buddha yang memiliki tato di lengan atas dan bahkan bahunya? Jika diperhatikan, tato tersebut bukanlah sembarang tato, melainkan sebuah tradisi merajah tubuh tradisional menggunakan simbol tokoh Buddha.

Meskipun tato tersebut terkenal di kalangan biksu Buddha, tidak semua biksu memiliki tato ini. Tradisi tersebut dikenal sebagai Sak Yant, sebuah seni rajah suci yang telah berkembang selama ratusan tahun dan memiliki makna spiritual yang mendalam.

Lantas apa itu tato Sak Yant? Mengapa tato ini sangat terkenal di kalangan biksu Buddha?

Tato Sak Yant merupakan seni rajah tradisional yang berkembang di kawasan Asia Tenggara, terutama di Thailand. Tato ini dikenal bukan sekadar hiasan tubuh, melainkan bagian dari praktik spiritual yang diyakini mengandung doa, dan perlindungan.

Istilah Sak Yant berasal dari dua kata, yakni 'sak' yang berarti menato atau menusuk kulit. Serta 'yant' yang merujuk pada diagram suci dalam tradisi Buddha dan Hindu.

Pola yang digunakan banyak beragama jenisnya. Biasanya berupa simbol geometris, aksara kuno, hingga gambar tokoh spiritual yang memiliki makna tertentu.

Salah satu motif yang paling dikenal adalah Sak Yant Buddha. Tato ini menampilkan figur Buddha atau simbol-simbol yang berkaitan dengan ajaran Buddha.

Dalam tradisi setempat, tato tersebut dipercaya sebagai pengingat untuk menjalani kehidupan yang baik, dan menjunjung kebajikan. Sehingga para pemilik tato tersebut akan mendapatkan sejumlah pantangan untuk terhindar dari malapetaka.

Pembuatan Sak Yant secara tradisional dilakukan oleh biksu atau guru spiritual yang dianggap memiliki pengetahuan khusus. Prosesnya sering diawali dengan doa dan ritual tertentu sebagai bentuk penghormatan terhadap makna spiritual yang terkandung dalam rajah tersebut.

Sak Yant memiliki berbagai bentuk dan simbol yang masing-masing dipercaya mengandung doa serta makna spiritual tertentu. Berikut beberapa jenis yang paling dikenal.

Salah satu Ajarn (guru Sak Yant) sedang mengerjakan tato Sak Yant. (Foto: Thread/@sakyantphuketpatong)

1. Gao Yord (Sembilan Puncak)

Gao Yord merupakan salah satu Sak Yant paling populer. Desainnya terdiri atas sembilan menara atau puncak yang melambangkan sembilan kualitas luhur Buddha.

Tato ini dipercaya memberikan perlindungan, kewibawaan, serta keberuntungan bagi pemiliknya. Tato ini biasanya di tempatkan di punggung bagian atas bersama Hah Taew.

2. Hah Taew (Lima Baris)

Hah Taew berbentuk lima baris aksara suci yang ditulis secara vertikal. Setiap baris memiliki doa dan tujuan berbeda, seperti perlindungan dari nasib buruk, peningkatan keberuntungan, hingga kesuksesan dalam kehidupan.

3. Paed Tidt (Delapan Arah)

Tato ini berbentuk mandala dengan delapan arah mata angin. Paed Tidt dipercaya memberikan perlindungan saat bepergian serta menjaga pemiliknya dari berbagai bahaya yang datang dari segala arah.

4. Suea Koo (Sepasang Harimau)

Suea Koo menampilkan dua harimau yang saling berhadapan. Simbol ini melambangkan kekuatan, kepemimpinan, keberanian, dan otoritas.

Karena itu, motif ini banyak diminati oleh mereka yang ingin meningkatkan rasa percaya diri dan wibawa. Biasanya, tato ini di tempatkan di bagian punggung.

5. Hanuman Yant

Motif ini menggambarkan Hanuman, tokoh dalam kisah Ramayana yang melambangkan kesetiaan, keberanian, dan pengabdian. Hanuman Yant dipercaya memberikan kekuatan mental serta ketangguhan menghadapi tantangan.

6. Ongk Phra

Ongk Phra menampilkan sosok Buddha yang sedang bermeditasi, tato ini melambangkan kebijaksanaan, ketenangan batin, dan perlindungan spiritual. Banyak orang memilihnya sebagai pengingat untuk menjalani hidup secara lebih sadar dan penuh welas asih.

7. Jorakhae (Buaya)

Motif buaya melambangkan kekuatan, daya tahan, dan kemampuan bertahan dalam situasi sulit. Dalam tradisi Sak Yant, simbol ini juga dikaitkan dengan perlindungan dari ancaman fisik maupun spiritual.

8. Mangkorn (Naga)

Naga merupakan simbol kekuatan, kemakmuran, dan keberuntungan dalam berbagai budaya Asia. Sak Yant berbentuk naga dipercaya membantu meningkatkan kewibawaan dan kesuksesan.

Proses Pengerjaan Tato Sak Yant

Salah satu Ajarn (guru Sak Yant) sedang mengerjakan tato Sak Yant. (Foto: Thread/@iamjaiparham)

Tato Sak Yant diawali dengan pemilihan motif yang disesuaikan dengan tujuan spiritual pemohon, seperti perlindungan, keberuntungan, atau kewibawaan. Proses ini biasanya dilakukan oleh Ajarn (guru Sak Yant) atau biksu yang memahami tradisi tersebut.

Perajahan dilakukan menggunakan jarum logam panjang atau bambu secara manual, berbeda dengan tato modern yang menggunakan mesin. Selain gambar utama, tato juga dilengkapi aksara suci yang berisi doa atau mantra.

Setelah selesai, ajarn atau biksu akan memberikan pemberkatan melalui pembacaan mantra. Dalam tradisi Sak Yant, tahap ini dianggap penting karena melengkapi makna spiritual dari tato yang telah dirajah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....