Persiapan Altar Waisak 2026 di Candi Mendut Capai 95 Persen

  • 29 Mei 2026 11:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Persiapan altar Hari Raya Tri Suci Waisak 2026 di Candi Mendut telah mencapai 95 persen, termasuk penempatan rupang Buddha dan dekorasi bunga asli.
  • Rangkaian ritual Waisak mencakup pengambilan Api Dharma di Mrapen dan air suci di Jumprit sebelum disakralkan di Candi Borobudur.
  • Kirab Adat Budaya Nusantara 2026 digelar sebagai bagian Borobudur Peace and Prosperity Festival untuk menyemarakkan perayaan Waisak di Borobudur.

RRI.CO.ID, Jakarta - Persiapan altar untuk rangkaian Hari Raya Tri Suci Waisak 2026 di Candi Mendut, Magelang telah mencapai 95 persen. Sekretaris Waisak Nasional 2026, Rudy Sumanto mengatakan altar hampir sepenuhnya siap digunakan menjelang rangkaian acara Waisak.

"Persiapan altar sudah 95 persen. Karena hari ini sudah ada acara kita mulai," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa persiapan tersebut meliputi penempatan altar dan rupang Buddha. Adapun persiapan untuk persembahan yang meliputi berbagai macam buah-buahan dan makanan.

Sebagai rasa hormat, kata dia, pihaknya juga mendekorasi altar dengan berbagai macam bunga hias. "Kita bisa lihat bunganya itu yang dibawa adalah bunga aslinya," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tema Waisak tahun ini mengangkat nilai Dharma dan cinta kasih. Tema ini, menurutnya sebagai sumber perdamaian dunia.

"Sesuai dengan tema Waisak tahun ini, kita berbicara tentang temanya adalah bahwa Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan. Sub-temanya adalah cinta kasih sebagai sumber perdamaian dunia," ujarnya.

Tidak hanya itu, pelaksanaannya pun berlokasi di Candi Mendut yang baginya memiliki tempat spesial bagi umat Buddha. Sebagai informasi, pihaknya juga akan mengadakan penerangan Pelita Dharma yang dilakukan olek Biksu Shangha pada 31 Mei 2026.

Selain persiapan altar, rangkaian ritual Waisak juga mencakup prosesi pengambilan Api Dharma dan air suci. "Ritualnya banyak, pada tanggal 29 Mei sudah ada api Dharma yang kita ambil di Mrapen," katanya, menjelaskan.

Selanjutnya, kata dia, pada 30 Mei, pihaknya akan mengadakan pengambilan air suci di Jumprit. Kemudian akan juga di sakralkan bersama api Dharma dan air suci ke Candi Borobudur.

Sementara itu, pada hari ini kawasan Candi Borobudur sedang menyelenggarakan Kirab Adat Budaya Nusantara 2026. Sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan kirab bakal ditutup secara situasional dan diberlakukan rekayasa lalu lintas.

Kirab Adat Budaya Nusantara merupakan bagian dari rangkaian acara Borobudur Peace and Prosperity Festival (BPF) 2026. Dan juga Majelis Umat Nyingma Indonesia (MUNI).

Project Manager BPF 2026, Meela Nazary mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk menyemarakkan peringatan Tri Suci Waisak. Perayaan ini akan digelar serentak di Borobudur pada 31 Mei mendatang.

Ia menyebut jumlah peserta kirab diperkirakan mencapai 200 hingga 300 orang. "Tarian dari kelompok binaan Pemerintah Kabupaten Magelang,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....